Advertisement
NASA Siapkan Robot Mini untuk Mencari Kehidupan di Planet Lain
NASA merancang robot mini - JIBI/Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Laboratorium Propulsi Jet NASA mengembangkan robot perenang kecil untuk mencari jejak kehidupan di planet lain.
Insinyur mekanik robotika di Jet Propulsion Laboratory, California Selatan yaitu Ethan Schaller menjelaskan konsep inovasi dengan membuat segerombolan robot kecil yang dapat bergerak di air es yang tebal dari bulan Jupiter Europa atau bulan Saturnus Enceladus yang bertujuan untuk mencari bukti kehidupan alien.
Advertisement
Robot tersebut akan dikemas di dalam probe pencairan es sempit yang akan menembus es, lalu robot-robot kecil itu akan dilepaskan di bawah air, berenang jauh dari kapal induk mereka untuk menjelajahi dunia baru yang belum pernah diketahui.
Konsep ini diberi nama Sensing With Independent Micro-Swimmers (SWIM) yang mendapat suntikan dana pada 2021 sebanyak US$125 ribu untuk tahap satu dengan tujuan mempelajari kelayakan dan opsi desain, akan memungkinkan dia dan timnya untuk memproduksi dan menguji prototipe cetak 3D dan US$600 ribu pada 2022 untuk tahap dua dari program NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC).
Selanjutnya, mereka akan menambah jangkauan ilmiah penyelidikan dan meningkatkan kemungkinan dapat mendeteksi tanda-tanda kehidupan sambil menilai potensi kelayakan hunian di luar angkasa.
“Dengan segerombolan robot renang kecil, kami dapat menjelajahi volume air laut yang jauh lebih besar dan meningkatkan pengukuran kami dengan meminta beberapa robot mengumpulkan data di area yang sama,” kata Schaler
Untuk perencanaan awal konsep SWIM akan digambarkan sebagai robot berbentuk baji, masing-masing memiliki panjang sekitar 5 inci (12 sentimeter) dan volume sekitar 3 hingga 5 inci kubik (60 hingga 75 sentimeter kubik) yang akan dimasukan ke dalam cryrobot dengan diameter 10 inci (25 sentimeter) dengan panjang 4 inci (10 sentimeter), mengambil hanya sekitar 15 persen dari volume cyrobot tersebut.
SWIM juga memungkinkan dapat mengumpulkan data dari baterai nuklir cryrobot yang sangat panas, yang akan digunakan oleh probe untuk melelehkan jalur ke bawah melalui es. Begitu berada di lautan, panas dari baterai itu akan menciptakan gelembung termal, perlahan-lahan mencairkan es di atas dan berpotensi menyebabkan reaksi yang dapat mengubah kimia air.
Selain itu, robot SWIM dapat "berkelompok" bersama seperti layaknya segerombolan ikan atau burung, sehingga dapat mengurangi kesalahan data melalui pengukuran yang tumpang tindih. Data grup itu juga dapat menunjukkan gradien dari suhu atau salinitas, misalnya, meningkat melintasi sensor kolektif kawanan dan menunjuk ke arah sumber sinyal yang mereka deteksi.
Schaler juga memaparkan bahwa setiap robot ini akan memiliki sistem propulsi sendiri, komputer onboard, dan sistem komunikasi ultrasound, bersama dengan sensor sederhana untuk suhu, salinitas, keasaman, dan tekanan lokasi.
Sebagai penutup, Schaler mengungkapkan bahwa sensor kimia yang digunakan untuk memantau biomarker dari tanda kehidupan akan menjadi bagian tersulit dalam tahap kedua ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Ini Penyebab Meninggalnya Tentara Indonesia di Lebanon
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement







