Advertisement
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Terus Tumbuh hingga Lampaui Nasional, Ini Penyebabnya
Tangkapan layar pemaparan rencana Kawasan Industri Terpadu Batang, yang dipaparkan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Jawa Tengah, Peni Rahayu, Rabu (15/6/2022). - JIBI/Solopos
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO--Pembangunan infrastruktur disebut membawa dampak positif terhadap upaya percepatan pemulihan ekonomi di daerah.
Bahkan di Jawa Tengah yang saat awal pandemi Covid-19 mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi hingga -5,92%, tahun ini sudah pulih dan melebihi rata-rata nasional.
Advertisement
BACA JUGA: Menhub: Pembangunan Infrastruktur Transportasi Tak Hanya Berpusat di Jawa
Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Peni Rahayu mengatakan pertumbuhan ekonomi di Jateng sudah meningkat.
“Saat ini sudah di atas rata-rata nasional, sudah bisa menjapai 5,16 persen. Sejak awal 2021 sudah mulai merangkak naik, walaupun sempat jatuh sejatuh-jatuhnya di triwulan II/2020. Saat itu sampai -5,92 persen. Alhamdulillah sudah merangkak naik di 2021 sudah positif, akhir tahun sudah 3,32 persen dan triwulan II/2022 sudah 5,16 persen sementara rata-rata nasional 5,02 persen,” kata dia dalam acara Webinar Series Nyengkuyung G20 dengan tema Konektivitas dan Peras Infrastruktur dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi yang digelar oleh Solopos Media Group (SMG) dan Harian Jogja didukung oleh OJK, Prodia, Telkom dan BPD DIY, Rabu (15/6/2022).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi itu secara langsung maupun tidak juga dipengaruhi oleh adanya pembangunan infrastruktur, terutama Tol Trans Jawa.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat. Di Jateng sudah dibangun Trans Jawa, kemudian sekarang sedang proses Tol Solo-Jogja. Kemudian Bawen-Jogja juga sudah disiapkan,” lanjut dia.
Sementara di tepi laut juga dibangun Tol Tanggul Laut yang terintegrasi dengan tanggul laut, untuk jalur Semarang-Demak juga sudah berproses.
BACA JUGA: Genjot Pembangunan Infrastruktur, Wika Optimalkan Produk Lokal
Menurutnya dengan adanya tol Trans Jawa, kini muncul bangkitan ekonomi yang jumlahnya sangat banyak. Bahkan Jateng juga menjadi lokasi pembangunan infrastruktur melalui pembangunan proyek-proyek strategis nasional. Termasuk Kawasan Industri Kendal, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, serta KIT Batang.
Di sisi lain, jalan konektivitas di antara jalan tol yang sudah terbangun atau sedang dipersiapkan juga akan dibuat. Hal itu diharapkan akan menambah geliat perekonomian di daerah.
Berdasarkan catatan Pemprov Jateng, beberapa bangkitan ekonomi dengan adanya Tol Trans Jawa akan dapat meningkatkan investasi sebesar 11%. Dampak positif lain muncul adalah adanya efisiensi waktu untuk mengakses daerah lain.
Lokasi yang berdekatan dengan pintu keluar masuk jalan tol dinilai akan berkembang cepat sebagai kawasan bisnis, baik UMKM, industri perdagangan, jasa keuangan termasuk industri pariwisata.
”Ini akan mampu meningkatkan daya saing dan nilai tambah dengan menekan biaya logistik yang pada akhirnya berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi regional. Itu dibuktikan saat ini Jateng sudah di atas rata-rata nasional,” lanjut dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Wijaya Karya (Wika), Agung Budi Waskito, mengatakan saat terjadi pandemi, proyek-proyek yang datang dari swasta maupun BUMN banyak yang terkendala.
Dengan begitu proyek yang banyak datang hanya dari pemerintah. Namun menginjak awal 2022, kondisi itu sedikit demi sedikit berangsur normal.
“Jadi saat ini kami mulai membangkitkan lagi proyek-proyek yang sebelumnya sempat molor, sehingga akan membantu perekonomian daerah,” jelas dia pada acara yang sama.
Di sisi lain, dia mengatakan saat ini BUMN juga didorong sebagai salah satu sektor yang berperan dalam percepatan ekonomi. Bahkan hal itu juga telah diarahkan langsung oleh Menteri BUMN.
“Dengan begitu BUMN bukan sekedar menjadi korporasi yang harus tumbuh. Namun juga terlibat dalam pemetaan daerah-daerah sehingga BUMN juga memiliki tanggung jawab baik dalam hal investasi maupun tanggung jawab sosial dan lingkungan,” lanjut dia.
Dia menyebutkan dalam 10 tahun terakhir, kegiatan pembangunan yang dikerjakan perusahaan cukup banyak. Hal itu seiring dengan arahan Presiden untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Dengan begitu, Wika dan BUMN Karya yang lain, bersama pemerintah bahu-membahu mempercepat pembangunan.
Setelah melandainya pandemi, kini pihaknya terus terlibat dalam kegiatan recovery. Di antaranya melanjutkan investasi-investasi yang sebelumnya sedikit terhambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Disdukcapil Gunungkidul Melarang Profesi Dewa dan Pendekar di KTP
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Investasi Sleman 2025 Tembus Rp4,81 Triliun, Naik 110 Persen
- Kemenkes Pastikan Super Flu H3N2 Terkendali di Indonesia
- Konsumsi Buah Sebelum Olahraga Pagi Bantu Tingkatkan Stamina
- BGN Setop Sementara 10 Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Januari 2026
- Polisi Bongkar Pabrik Senjata Api Ilegal, Sudah Beroperasi Sejak 2018
- Bea Cukai Siagakan 36 Petugas Sambut Haji Perdana via YIA
- Trump Soroti Keamanan Greenland, Bahas dengan Pemimpin Dunia di Davos
Advertisement
Advertisement



