Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. /ANTARA-HO PDIP
Harianjogja.com, JOGJA--Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto resmi meraih gelar doktor. Hasto dinyatakan lulus dengan predikat summa cum laude dalam sidang disertasi di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).
Gelar doktor diterima Hasto melalui Sidang Terbuka dengan tema Diskursus Pemikiran Politik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negara di hadapan 13 penguji bergelar profesor, termasuk Megawati Soekarnoputri yang berperan sebagai penguji utama. Melihat prestasi itu, para kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY yang menyaksikan secara virtual pun menangis haru.
"Kami seluruh kader PDI Perjuangan pecah dengan tangis haru" kata Ketua DPD PDIP DIY, Nuryadi melalui rilis, Senin (7/6/2022).
BACA JUGA: DIY PPKM Level 1, Event Wisata Boleh Full
Untuk itu, DPD PDIP DIY pun turut menyampaikan Selamat kepada Hasto Kristiyanto. "Pencapaian Hasto Kristiyanto dalam meraih gelar doktor adalah pencapaian bagi seluruh kader PDIP. Kami merasa bangga sebagai anak-anak idelogis Soekarno," ucap Ketua DPRD DIY tersebut.
Sementara itu Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Totok Hedi Santosa menyampaikan bahwa mimpi Megawati Soekarnoputri yang menyatakan harapannya agar Bung Karno diterima apa adanya oleh bangsa Indonesia ini harus diwujudkan bersama
"Luar biasa! Sekjen [Hasto Kristiyanto] mampu mengangkat pikiran Soekarno dalam forum ilmiah dan menjadi teori geopolitik yang baru. Diskursus pemikiran Soekarno harus selalu hidup dalam setiap langkah pergerakan kita bersama masyarakat. Selamat telah meraih gelar doktor untuk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto," ucap Nuryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Rekomendasi camilan sehat ala Korea untuk diet. Rendah kalori, lezat, dan bantu turunkan berat badan tanpa lapar.
Warga Karanganyar digegerkan kemunculan sosok diduga pocong. Pencarian dilakukan hingga malam, namun sosok misterius belum ditemukan.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali mengukir prestasi gemilang dalam pengelolaan keuangan daerah.
Penumpang Bandara Adisutjipto Jogja mencapai puncak saat libur panjang, dipicu tren WFA. Arus balik diprediksi meningkat awal Juni.
Program Studi Kewirausahaan UWM Jogja meraih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA, bukti kualitas pendidikan dan komitmen inovasi akademik.