Advertisement

Hampir 1.000 Pejabat dan Tokoh AS Dicekal Masuk Rusia

Szalma Fatimarahma
Minggu, 22 Mei 2022 - 23:07 WIB
Bhekti Suryani
Hampir 1.000 Pejabat dan Tokoh AS Dicekal Masuk Rusia Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20, Hamburg Jerman. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui telah memperpanjang “daftar hitam” orang-orang yang dilarang untuk memasuki Rusia. Salah satu yang masuk dalam datar tersebut adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Pada Sabtu (21/5/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia telah merilis daftar terbaru dari 963 pejabat dan tokoh AS yang secara permanen dilarang untuk memasuki negara tersebut.

Melansir dari CNBC, Minggu (22/5/2022), daftar cekal itu disebut sebagai tamparan secara simbolis yang ditujukan oleh Rusia kepada negara-negara Barat yang sebelumnya telah menghukum Rusia dengan sejumlah sanksi keras, akibat invasi yang dilakukannya terhadap Ukraina.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sejak Maret 2022, Biden telah dilarang untuk mengunjungi Rusia bersama kedua menterinya, yakni Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

BACA JUGA: Pulang dari Sarkem, 4 Pemuda Dihajar Massa Lantaran Buat Onar

Nama-nama baru yang masuk ke dalam daftar cekal tersebut antara lain adalah Wakil Presiden AS Kamala Harris, Hunter Biden yang merupakan putra Joe Biden, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Tidak berhenti disitu, sejumlah aktor Hollywood juga telah ditargetkan Rusia untuk masuk ke dalam daftar tersebut, termasuk Morgan Freeman dan Rob Reiner.

Investor miliarder George Soros juga disebut masuk ke dalam daftar cekal itu. Soros sendiri diketahui telah memberikan dukungan filantropis untuk tujuan liberal kepada kelompok-kelompok di bekas blok Soviet. Hal ini menjadikannya sebagai ahli teori konspirasi dari sayap kanan.

Adapun, Kementerian Rusia menyebutkan bahwa nama-nama tersebut telah dikategorikasn sebagai pihak yang telah menyebarkan hasutan terkait sikap “Rusiaphobia”.

Advertisement

Sementara itu, nama mantan Presiden AS Donald Trump justru tidak berada dalam daftar cekal 963 pejabat dan tokoh AS yang dirilis Rusia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dukcapil Gunungkidul Siap Perkenalkan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital

Gunungkidul
| Selasa, 27 September 2022, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement