Advertisement
Hasil Survei: Tren Liburan di Dunia Mulai Normal
Traveling keliling dunia - istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Tren liburan di dunia kembali pulih seperti pada 2019 saat pandemi Covid belum muncul.
Rata-rata, menurut sebuah survei penjualan tiket pesawat di dunia melonjak 18 persen secara global sejak awal tahun.
Advertisement
Khususnya konsumen AS, kini mulai lebih banyak menghabiskan uangnya untuk traveling daripada untuk membeli produk.
Tren ini dapat mengurangi hambatan pasokan dan tekanan inflasi, dan membantu industri perjalanan musim panas ini.
"Jika pemesanan penerbangan berlanjut pada kecepatan mereka saat ini, diperkirakan 1,5 miliar lebih banyak penumpang secara global akan terbang pada 2022 dibandingkan tahun lalu, dengan Eropa melihat peningkatan terbesar sekitar 550 juta." demikian menurut laporan yang dirilis oleh Mastercard Economics Institute.
BACA JUGA: Tidak Ingin Baterai Ponsel Boros? Jangan Instal 4 Aplikasi Ini
Penerbangan jarak pendek dan menengah naik 25 persen dan 27 persen pada April dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Perjalanan jarak jauh, yang dimulai tahun ini 75 persen di bawah tingkat pra-pandemi, naik menjadi hanya 7 persen di bawah 2019. pada akhir April. Rel penumpang juga dekat, dengan bus kembali ke tempat semula. Pengeluaran untuk kapal pesiar memulai tahun dengan 75 persen dari puncak 2019 dan sekarang hanya 10 persen sebelum pemulihan penuh.
Permintaan terpendam untuk pengalaman tampaknya mendorong nafsu berkelana dengan pengeluaran turis di klub malam dan bar naik 72 persen di atas level 2019, restoran naik 31 persen, dan kegiatan rekreasi lainnya seperti museum, konser, dan taman hiburan naik 35 persen, menurut ke laporan. Sebagai perbandingan, pengeluaran wisatawan turun untuk barang-barang ritel seperti pakaian dan kosmetik.
Laporan tersebut menemukan tujuan internasional paling populer di bulan Maret bagi para pelancong yang meninggalkan Amerika Utara adalah Meksiko, dan yang berangkat dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika adalah Inggris. AS menempati urutan teratas bagi mereka yang bepergian dari Amerika Latin, Karibia, dan kawasan Asia-Pasifik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Beranda Migran Perkuat Pemulihan Psikososial Korban Kebakaran PMI
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Pegadaian Catat Perubahan Hari Ini
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp72.500 per Kg
- KPK Ungkap Skema Fee Rp850 Juta dalam Kasus Eksekusi Lahan PN Depok
- BMKG: Gempa Susulan Pacitan Mulai Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada
- Pemkot Semarang Tegaskan Meritokrasi, 12 Jabatan Diisi Berkompeten
- Menjaga Manis Tradisi: Kue Keranjang Imlek dari Tukangan Jogja
- Harga Emas Antam Naik Rp30 Ribu, Kini Tembus Rp2,92 Juta per Gram
Advertisement
Advertisement



