PSEL Legok Nangka Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Ilustrasi aset kripto Bitcoin/Freepik
Bisnis.com, JAKARTA – Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft mengakui dirinya tidak menggemari mata uang kripto.
Hal ini diungkapkan dirinya dalam Ask Me Anything di Reddit, dimana dia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki mata uang digital apapun.
Gates mengatakan bahwa dirinya menyukai investasi pada hal-hal yang memiliki hasil jelas dan berharga. Contohnya seperti nilai perusahaan, yang didasarkan pada bagaimana mereka membuat produk yang hebat.
Sedangkan menurut Gates, nilai kripto diputuskan berdasarkan orang lain oleh orang lain, sehingga tidak memiliki nilai tambah kepada masyarakat seperti investasi lain.
Dalam wawancara Gates dengan Bloomberg pada Februari, Gates menyatakan keprihatinannya terhadap orang-orang biasa yang tersedot ke dalam hiruk-pikuk Bitcoin.
Gates sendiri bisa menjadi benar, mengingat jatuhnya Terra Luna di minggu lalu yang kemudian menyeret mata uang lainnya.
Contohnya jika mengutip dari Forbes (19/05/2022), nilai Bitcoin turun menjadi 27 persen di bulan ini, dan Ethereum telah merosot sebanyak 36 persen.
Mengenai hal tersebut, Bill Gates menyarankan untuk lebih berhati-hati.
BACA JUGA: Ova Emilia Terpilih Jadi Rektor UGM
“Jika Anda memiliki uang lebih sedikit daripada Elon, Anda mungkin harus berhati-hati,” Ucapnya dalam wawancara tersebut.
Selain itu, dirinya juga membantah teori konspirasi mengenai dirinya ingin melacak orang dengan menanamkan microchip ke kepala melalui vaksin.
“Mengapa saya ingin tahu di mana orang-orang berada? Apa yang akan saya lakukan dengan informasi itu?” Kata Gates.
Selain itu, Gates juga menanggapi mengenai apakah seorang miliarder perlu membayar lebih banyak pajak. Gates memperingatkan bahwa jika terlalu tinggi maka akan menyebabkan lebih banyak orang yang menghindari pajak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan UMKM
BMKG mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tahan kering untuk mengurangi risiko gagal panen akibat El Nino.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.