OJK: Kantor Bank BUMN Bertambah, Swasta Kurangi Jaringan Fisik
Bank BUMN agresif menambah cabang pada kuartal I/2026, sementara bank swasta mengurangi kantor fisik dan memperkuat layanan digital.
Ilustrasi seorang anak dirawat di rumah sakit akibat hepatitis akut misterius/Hudson Valley Post
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menegaskan bahwa hepatitis akut berbeda dengan penyakit kuning.
"Faktanya orang atau anak yang terinfeksi \'hepatitis baru\' ini terdeteksinya negatif, baik itu terhadap hepatitis A, B, C, D dan E, bahkan sitomegalovirusnya negatif. Beberapa juga negatif untuk SARS-CoV-2 dan Adenovirusnya," kata Dicky kepada Bisnis, Kamis (5/5/2022).
Selain itu, dia menjelaskan, hepatitis akut merupakan infeksi dari hati yang sifatnya sebentar. Biasanya memerlukan waktu dua minggu hingga satu bulan untuk pulih. Entah itu pulih sendiri atau pulih dengan terapi. Sedangkan hepatitis kronis, misalnya hepatitis B, bisa menjadi sirosis.
Kemudian, untuk mengetahui sumber penyakit dan bagaimana penularannya, Dicky menyampaikan butuh waktu untuk mengetahuinya, lantaran perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Nah sekarang infeksi hepatitis yang ada saat ini disebut misterius itu bedanya itu karena belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Termasuk patofisiologinya," ungkapnya.
Baca juga: Hepatitis Akut Misterius Masuk Indonesia, Ini Gejalanya...
Selama hepatitis akut belum bisa ditemukan penyebab pastinya, dunia harus terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Ini dilakukan agar tidak terjadi bias dalam penyelidikan.
"Kita harus bersabar. Yang jelas ini sedang menjadi gejala dan bahwa apakah ini menular antar anak yah ini juga belum bisa kita pastikan. Prinsipnya untuk mitigasi pencegahan itu jauh lebih baik," jelasnya.
Adapun pencegahan yang dimaksud adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan seperti 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, dan juga 3T (testing, tracing and treatment).
Selain itu, personal hygiene, sanitasi lingkungan, gizi hingga makanan dan minuman perlu dilakukan untuk mencegah penyakit menular.
"Menjawab seberapa besar potensi hepatitis akut ini meluas, tentu belum bisa dijawab pasti ya. Tapi dalam prinsip epidemiologi dalam hal penyakit menular, skenario terburuk itu harus terpakai. Jadi prinsipnya mencegah skenario terburuk itu," jelasnya.
Dia menambahkan, yang jelas kasus hepatitis akut tersebut harus diwaspadai lantaran hingga saat ini dengan total kasus di dunia di bawah 250-an, sebanyak 20 orang harus ditransplantasi dan 1 orang meninggal dunia.
"Itu sudah menunjukkan indikator bahaya. Karena meskipun dengan jumlah [kasus] yang ratusan dengan satu kematian, ada indikator bahwa ini menunjukkan sesuatu yang serius," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BUMN agresif menambah cabang pada kuartal I/2026, sementara bank swasta mengurangi kantor fisik dan memperkuat layanan digital.
Lionel Messi mencapai kesepakatan prinsip membeli 100 persen saham CD Eldense, klub LaLiga 2 yang kini berada di posisi ke-20.
Mau menikah? Catat batas waktu daftar nikah di KUA maksimal 10 hari kerja sebelum akad dan siapkan dokumen sesuai PMA 30/2024.
Berapa lama baterai mobil listrik bertahan? Kenali degradasi baterai, pengaruh fast charging, suhu, dan cara menjaganya tetap sehat.
Google mengubah hasil pencarian di Eropa demi mematuhi DMA. Simak perubahan tampilan Search dan dampaknya bagi pengguna serta bisnis.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Catat laga melawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh serta jadwal final.