Advertisement

Khofifah Apresiasi Program Literasi untuk Kesejahteraan

Media Digital
Minggu, 17 April 2022 - 13:17 WIB
Bhekti Suryani
Khofifah Apresiasi Program Literasi untuk Kesejahteraan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketika menerima sejumlah stimulan dan penghargaan dari Perpustakaan Nasional saat kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu sore, (16/03/2022) - Ist

Advertisement

Surabaya - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat.

“Saya mengapresiasi dukungan luar biasa yang diberikan Perpustakaan Nasional lewat program literasi untuk kesejahteraan yang berdampak langsung di masyarakat. Lewat program tersebut, masyarakat Jawa Timur khususnya yang berada di pedesaan menjadi lebih berdaya. Bahkan, per Juli 2021 sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Jawa Timur,” jelas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketika menerima sejumlah stimulan dan penghargaan dari Perpustakaan Nasional di sela-sela kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu sore, (16/03/2022).

Advertisement

Oleh karena itu, penting membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan literasi, utamanya literasi digital. Apalagi mayoritas pelaku usaha di Indonesia notabene adalah UMKM. Kolaborasi UMKM dengan perpustakaan sangat bisa diandalkan dalam pertumbuhan dan pertambahan UMKM mau pun start up secara signifikan di Jawa Timur.

Di era saat ini, persoalan literasi, transformasi digital, dan disrupsi pasar kerja menjadi bagian dari peluang dan tantangan kerja era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 menitiberatkan kemampuan SDM dengan keahlian tinggi dan spesifik. Maka, kecakapan literasi akan menjadi salah satu indikator penting dalam pasar bebas dunia.

Khofifah menceritakan bagaimana miliuner dunia asal Tiongkok, Jack Ma, berani memprediksi di 2030 nanti, ekonomi dunia akan dikuasai e-commerce, yakni sebesar 85%. Perdagangan online akan didominasi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Bisa dikatakan tulang punggung (back bone) ekonomi dunia pada 2030 mendatang adalah UMKM yang berbasis e-commerce,” tambahnya.
Sementara itu anggota Komiis X DPR RI Zainuddin Maliki menegaskan pentingnya literasi. Seluruh aspek kehidupan bersinggungan dengan literasi. Bahkan, masih banyak yang belum menyadari kalau kualitas literasi berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakat. Padahal, Indonesia dikarunia anugerah kekayaan alam yang luar biasa.

“Yang kurang subur malah maju. Yang subur belum kunjung berkembang. Tentu kecerdasan literasi mempengaruhi didalamnya. Persoalan baca-tulis memang belum tuntas, tinggal sedikit lagi. Namun, di sisi lain terjadi pertumbuhan internet yang luar biasa. Indonesia kini menempati peringkat nomor tiga di dunia dalam hal pengguna internet,” imbuh Zainudin.

Hulu dari pembentukan literasi adalah budaya membaca. Maka, tugas perpustakaan bukan lagi sebatas mengoleksi bahan bacaan, tetapi bagaimana koleksi yang dimiliki berdaya guna sesuai dengan potensi demografi dan geografi masyarakatnya. Di sinilah peran perpustakaan membangun masyarakat untuk menghadapi perdagangan global.

“Di dalam perpustakaan terkandung ilmu, teori, dan praktek. Dari jika dilatih secara konsisten akan menghasilkan kecerdasan dan skill. Inilah bentuk kecakapan literasi sebagai salah satu indikator penting menghadapi pasar bebas dunia. Literasi memiliki kontribusi positif dalam rangka menciptakan tenaga kerja terampil, berkeahlian, kreatif, dan inovatif,” beber Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaaa Universitas Negeri Malang Djoko Saryono mengatakan program literasi yang diterapkan saat ini sejatinya sudah terlambat. Sejak 1990-an, isu literasi sudah digaungkan dunia internasional. Bahkan, UNESCO sejak periode awal tahun 2000-an sudah meluncurkan buku berjudul “Literacy For Life”.

Advertisement

Bermacam teori literasi saat ini sudah jauh berkembang. Tetapi, disini malah berpotensi benturan jika tidak segera disinergikan. Ia mencatat, tidak kurang ada 38 program literasi yang diluncurkan oleh banyak kementerian/lembaga. Mulai dari Kemenkominfo, Kemenkeu, Kemenag, Kemendikbud, Perpustakaan Nasional, hingga KPK. “Maka itu, perlu segera dibentuk kepemimpinan yang menggerakkan literasi. harus dikolaborasikan berbagai kepentingan menyangkut literasi,” terang Djoko.

Cepatnya perkembangan revolusi industri 4.0, sehingga mau tidak mau perpustakan juga tidak boleh tinggal diam. Peran perpustakaan justru sangat strategis. Perpustakaan memiliki sumber daya pengetahuan yang tidak terbatas, pungkas Tenaga Ahli Perpustakaan Sri Silarsih.

Di sela-sela kegiatan PILM, Kepala Perpusnas menyerahkan sertifikat kepada Gubernur Khofifah atas prestasi Jawa Timur sebagai provinsi dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak di Indonesia serta penyerahan sejumlah bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Kab. Sampang dan Kab. Nganjuk untuk pembangunan Gedung fasilitas layanan perpustakaan umum daerah.

Untuk DAK perluasan yang diterima oleh Kab. Madiun, serta bantuan Pojok Baca Digital (Pocadi) bagi Kab. Gresik, Kab. Trenggalek, Kab. Jember, Kab. Tuban, Kab. Probolinggo, Kab. Lamongan, Kab. Pamekasan, Kab. Mojokerto, dan Kota Batu, termasuk stimulan satu unit Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. (**)

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Syukurlah! Penghuni Selter di Kota Jogja Nol, Vaksin Booster Capai 80 Persen

Jogja
| Rabu, 25 Mei 2022, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement