Advertisement
Rusia Larang Masuk PM Inggris Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Rusia menetapkan sanksi kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sebagian besar kabinetnya memasuki negara itu.
Dilansir Bloomberg pada Sabtu (16/4/2022), bersama dengan Johnson, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya juga memblokir puluhan lainnya termasuk Menteri Luar Negeri Liz Truss, Menteri Pertahanan Ben Wallace dan mantan Perdana Menteri Theresa May.
Advertisement
Daftar sanksi tersebut akan segera diperluas hingga sejumlah politikus. Anggota parlemen Moskow mengatakan tindakan itu diambil karena mereka telah menimbulkan histeria anti Rusia.
Inggris telah menjadi salah satu negara Barat yang paling keras dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan telah berkomitmen untuk memasok senjata untuk Ukraina.
Johnson bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam perjalanan yang sebelumnya tidak diumumkan ke Kiev awal bulan ini, dan menjanjikan bantuan militer tambahan dan dukungan lainnya.
Selama kunjungan tersebut, Johnson menawarkan bantuan 120 kendaraan bersenjata dan sistem misil anti kapal sebagai respons invasi Rusia di Ukraina yang bisa jadi memanas dalam beberapa pekan ke depan.
Bantuan senilai lebih dari 100 juta pound sterling (US$130 juta) untuk peralatan militer tingkat tinggi ini termasuk rudal anti-pesawat Starstreak, 800 rudal anti-tank, dan amunisi berteknologi tinggi untuk serangan presisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Perlintasan Kereta di Jogja Rawan, KAI Dorong Keselamatan Kolektif
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Mobil Listrik 500 Km+ di Indonesia, Termurah Rp380 Juta
- Cara Lindungi Bayi dari Campak Sebelum Vaksin
- Marc Marquez Rebut Pole MotoGP Spanyol 2026
- Fakta-Fakta Kasus Little Aresha, 53 Anak Jadi Korban Daycare Jogja
- Arab Saudi Jamin Keamanan dan Layanan Haji Indonesia Lancar
- Sudah Vaksin HPV? Ingat, Pap Smear Tetap Wajib Dilakukan
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
Advertisement








