Advertisement

Perbedaan Awal Ramadan Sering Terjadi

Newswire
Sabtu, 02 April 2022 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Perbedaan Awal Ramadan Sering Terjadi Ilustrasi pemantauan hilal. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan perbedaan awal Ramadan di Indonesia sudah pernah terjadi. Dia meminta jangan ada yang mempertentangkannya dan sebaliknya saling menghormati.

"Saya mengimbau kepada umat Islam untuk tidak mempertentangkan perbedaan awal Ramadhan 1443 H. Saya mengharapkan kepada umat Islam untuk bisa menerima perbedaan awal Ramadhan ini dengan sikap bijak, penuh toleran, saling menghargai dan menghormati," ujar Zainut, Sabtu (2/4/2022).

Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan pada Minggu, 3 April 2022. Sedangkan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan pada Sabtu, 2 April 2022.

Perbedaan awal Ramadhan, kata Zainut, mesti dijadikan sebagai proses pendewasaan dalam menerima perbedaan.

Baca juga: Sah! PBNU Tetapkan Awal Puasa Ramadan Pada Minggu 3 April 2022

"Saya mengharapkan umat Islam untuk tidak menjadikan hal ini sebagai polemik, tetapi justru menjadikannya sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat yang dilandasi dengan rahmat dan persaudaraan," tutur Zainut.

Zainut mengatakan perbedaan penetapan awal Ramadhan sudah sering terjadi dan dia yakin hal itu tidak akan mengganggu harmoni kehidupan bersama.

"Saya mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah dan amal perbuatan yang dapat meningkatkan ketakwaan dan kesalehan, baik kesalehan pribadi maupun kesalehan sosial," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

UMKM Didorong Miliki Produk Penuhi Standar SNI

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 01:57 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement