Advertisement

Ketua Fraksi PAN DPR Minta Menkes Ikut Atasi Pemecatan Terawan

John Andhi Oktaveri
Senin, 28 Maret 2022 - 10:27 WIB
Galih Eko Kurniawan
Ketua Fraksi PAN DPR Minta Menkes Ikut Atasi Pemecatan Terawan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian Omicron terdeteksi masuk ke Indonesia - Kemenkes RI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turun  tangan terkait pemecatan dokter Terawan Agus Putranto secara permanen dari kenggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Anggota Komisi IX DPR itu menyayangkan pemecatan dokter Terawan secara permanen karena dia adalah salah satu dokter terbaik yang dimiliki Indonesia.

Advertisement

Sebagai dokter dan anggota TNI, banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Bahkan tidak berlebihan bila disebut bahwa RSPAD Gatot Soebroto menjadi salah satu rumah sakit besar yang berkualitas baik berkat tangan dingin dokter Terawan, katanya.

"Saya benar-benar terkejut dengan keputusan itu. Muktamar semestinya dijadikan sebagai wadah konsolidasi dan silaturrahim dalam merajut persatuan. Kok ini malah dijadikan sebagai wadah pemecatan. Permanen lagi. Ini kan aneh ya?" ujarnya, Senin (28/3/2022).

Menyikapi persoalan ini, dia  meminta Kementerian Kesehatan mengambil tindakan. Kementerian kesehatan harus memfasilitasi pertemuan IDI dengan Terawan terkait  berbagai persoalan dan isu yang beredar yang harus diselesaikan. Melalui dialog yang baik, semua masalah diharapkan dapat selesai, katanya.

"Ada beberapa kegiatan dokter Terawan yang disoal. Misalnya, soal Digital Substraction (DSA) dan vaksin Nusantara,” ujarnya.

Saleh mengaku dirinya dan keluarga adalah pasien langsung dari dokter Terawan yang mencoba kedua hal itu.

Dia mengatakan setelah di-DSA, rasanya tidak ada masalah. Bahkan, ada perasaan lega dan enak. Begitu juga vaksin Nusantara, katanya.

"Kalau dari pengalaman saya itu. Saya merasakan tidak ada masalah sama sekali dengan dokter Terawan. Dia bekerja secara profesional. Kita ditangani dengan baik. Bahkan, sebelum DSA harus mengikuti sejumlah tes dan berkonsultasi dengan beberapa dokter lain," katanya.

"Saya kira, baru di Indonesia ini ada seorang dokter profesional yang dipecat. Tidak tanggung-tanggung, yang dipecat itu adalah seorang dokter berpangkat Letnan Jenderal dan pernah memimpin RSPAD bertahun-tahun lamanya. Bahkan, beliau pernah menjabat sebagai menteri kesehatan RI," katanya.

Pemecatan seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan. Ini bisa menjadi preseden buruk ke depan. Dikhawatirkan akan menyusul lagi pemecatan-pemecatan berikut dengan berbagai alasan lain, katanya.

"Bagaimana tidak? Mantan menteri kesehatan saja bisa dipecat? Apalagi yang lain. Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tidak boleh tinggal diam. Mohon ini difasilitasi dan didamaikan. Itu pasti lebih baik bagi semua," ujarnya menegaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement