Advertisement

Mengenal Beras yang Menjadi Langganan Keluarga Besar Sultan Jogja

Taufik Sidik Prakoso
Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:27 WIB
Budi Cahyana
Mengenal Beras yang Menjadi Langganan Keluarga Besar Sultan Jogja Ilustrasi - Antara/Yusran Uccang

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Beras Rojolele Srinuk dan Srinar menjadi langganan keluarga besar Sri Sultan HB X atau Sultan Jogja.

BACA JUGA: Mengenal Bambang Susantono, Orang Jogja yang Akan Memimpin Ibu Kota Baru Indonesia

Padi varietas Srinuk dan Srinar merupakan varietas padi unggul asli Klaten. Sebanyak dua varietas itu merupakan hasil riset pemuliaan yang dilakukan Pemkab Klaten menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Penelitian dilakukan sejak 2013 lalu dan dinyatakan lolos sidang penilaian dan evaluasi varietas tanaman pangan dari Kementerian Pertanian pada 2019. Varietas padi itu mendapatkan rekomendasi untuk pelepasan varietas.

Penelitian dimaksudkan untuk mempersingkat usia tanaman rojolele hingga panen dari semula 150-155 hari menjadi sekitar 105 hari. Selain itu, penilitian ditujukan untuk memperpendek tinggi tanaman rojolele. Dari semula 146-155 sentimeter, tinggi tanaman rojolele hingga panen hanya sekitar 110 sentimeter.

Pengusaha penggilingan beras asal Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Harjono, mengatakan pasar beras Rojolele Srinuk maupun Srinar menjanjikan. Selain ASN, warga dari luar Klaten banyak meminati beras tersebut.

“Peminatnya untuk ASN cukup bagus. Mungkin satu dua ada yang komplain tetapi persentasenya sangat kecil hanya 0,1 persen sampai 0,2 persen dari total beras yang terserap. Ada peminat dari luar kota dan saya sudah mencoba sendiri. Konsumen di outlet saya cukup respon untuk Srinuk,” kata dia.

Harjono juga menjelaskan beras Rojolele Srinuk dan Srinar saat ini juga diminati keluarga raja. Dia rutin mendistribusikan beras Rojolele Srinuk dan Srinar ke keluarga besar Kraton Jogja. “Saya mencoba antara Srinuk dan Srinar kami proses untuk meningkatnya kualitasnya kemudian kami salurkan ke Jogja, ke keluarga besar Sri Sultan. Sampai sekarang tidak ada komplain,” kata dia.

BACA JUGA: Geliat Para Perempuan di Jogja Menyuarakan Belenggu Kekerasan terhadap Kaumnya

Harjono menjelaskan keluarga Kraton Jogja menjadi salah satu pelanggan beras di usaha penggilingan padi yang dia kelola. Tentunya, beras yang disalurkan ke keluarga keraton merupakan beras kualitas premium yakni rojolele. Namun, ketersediaan beras rojolele tak begitu banyak lantaran proses penanamannya yang lama sebelum ada varietas Eojolele Srinuk dan Srinar.

“Rojolele yang umur panennya lama itu saat ini langka. Dan kami coba mengganti dengan itu ternyata tidak ada masalah,” jelas dia.

Advertisement

Dibeli ASN

Selama ini, penanaman padi varietas Rojolele Srinuk dan Srinar digencarkan di Klaten. Varietas padi itu hanya boleh ditanam oleh petani Klaten. Beras hasil panen padi itu lantas dipasarkan salah satunya kepada para ASN di Klaten.

Bupati Klaten sudah menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) No. 1/2020 yang berisi imbauan bagi ASN membeli beras Rojolele Srinuk dan Srinar. Program itu sudah bergulir sejak Agustus 2021 lalu. Distribusi beras kepada ASN dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan salah satu BUMD di Klaten, PT Aneka Usaha Klaten.

BACA JUGA: Mengenal Ermawati, dari TKI Kini Jadi Pejuang Literasi Gunungkidul

Advertisement

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan selama hampir delapan bulan bergulir, program pembelian beras Srinuk dan Srinar oleh ASN sudah menyerap 80 ton beras setiap bulannya.

“Ini terus naik dan kami upayakan agar seluruh ASN bisa melaksanakan kebijakan ini. Nanti kami akan coba merambah ke instansi vertikal di Klaten,” kata Mulyani saat ditemui di Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Jumat (11/3/2022).

Mulyani mengatakan peminat beras Rojolele Srinuk dan Srinar cukup besar. Dia mencontohkan seperti yang diungkapkan salah satu pelaku usaha penggilingan beras dari Delanggu.

“Katanya sudah ada permintaan setiap bulan untuk disetori beras tersebut. Ada juga yangmengajak kerja sama. Dari pihak swasta sudah ada yang melirik dan mampunya berapa akan diambil untuk instansi swasta dan lainnya. Ini sangat luar biasa dan menjadi tantangan besar kmai untuk meyakinkan petani di Klaten menanam Srinar dan Srinuk,” kata dia.

Advertisement

Meski potensi pasar beras premium itu besar, Mulyani mengatakan masih ada petani yang belum mau menanam padi varietas Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk. Masih ada kekhawatiran ihwal penjualan gabah hasil panen mereka.

BACA JUGA: Latihan di Pasar Hewan, Pembalap Gunungkidul Raih Podium di Qatar

Mulyani berharap petani Klaten tak perlu khawatir menanam padi varietas tersebut lantaran potensi penyerapan hasil panen sangat besar.

Advertisement

“Sebenarnya para petani saya minta untuk percaya diri bahwa ini sudah ada penelitian dan prosesnya sudah cukup lama. Hak paten sudah keluar akan terima. Srinar dan Srinuk memang sudah sangat layak dicintai dan dikembangkan ditanam petani Klaten. Karena dari segi penanaman sangat relatif mudah dengan hasil kualitas premium pasti nilainya menjadi lebih tinggi,” kata Mulyani.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Kegiatan Aktivis Dikonversi Jadi SKS, Mahasiswa UGM: Kontraproduktif

Sleman
| Rabu, 10 Agustus 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement