Inspira Roasters Soroti Daya Tarik Liberica dan Excelsa di Mindbrewing #4
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
Bupati Manokwari, Hermous Indou mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/2)./Istimewa
SEMARANG—Ditemani tiga stafnya, Bupati Manokwari, Hermous Indou mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mempelajarinya kepemimpinan.
Hermous mengatakan kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah dinilai telah membawa banyak prestasi terutama dalam bidang pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.
“Kita juga ingin belajar dan mau mencontoh apa yang baik yang sudah terjadi di Jawa Tengah ini,” kata Hermous usai pertemuannya dengan Ganjar di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/2).
Hermous mengatakan, ada tiga hal menarik yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah terkait pola kepemimpinannya. Yakni pencegahan korupsi, inovasi dan digitalisasi.
“Dari aspek pencegahan korupsi di sini sangat luarbiasa. Kemudian yang kedua adalah inovasinya, ada sekitar 500 lebih inovasi yang saya lihat, sangat luarbiasa. Dan ketiga adalah digitalisasi yang luarbiasa untuk mendorong efektivitas kinerja pemerintah,” kata Hermous.
Hermous juga sempat bertanya, bagaimana cara Gubernur Jawa Tengah mengelola komunikasi dengan kepala daerah di wilayahnya. Terutama Wali Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi. Hermous berharap bisa melakukan hal yang sama ketika kembali ke Manokwari.
“Sehingga ke depan Papua juga bisa mengejar ketertinggalannya untuk bisa menyamai atau minimal berada di posisi yang juga tidak kalah dengan Provinsi Jawa Tengah dan provinsi lainnya,” tutur Hermous.
Terkait hal itu Gubernur mengatakan butuh kekompakan dan kemauan yang sama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Korupsi, menurut Gubernur menjadi isu yang sangat ia perhatikan sejak menjabat pertamakali pada tahun 2013.
“(Kedatangan mereka) Menarik karena datangnya ingin belajar bagaimana mencegah korupsi dan melakukan birokrasi reform (reformasi). Tadi kita sampaikan digitalisasinya kita bangun, terus kemudian bagaimaa membangun kesadaran dari ASN (Aparat Sipil Negara) untuk stop korupsi. Layani dengan baik, mudah, murah, cepat dan bagaimana gerakan itu kita lakukan," jelas Gubernur.
Soal digitalisasi, Gubernur menyarankan agar Bupati Manokwari untuk menerapkannya dengan menyesuaikan kearifan lokal. Misalnya dengan menghidupkan posko di tiap distrik.
"Stepping-nya (tahapan) tidak harus sama, tadi coba kita dorong posko yang bisa dipakai untuk pengaduan ke bupati, sehingga (laporan dari masyarakat) itu bisa masuk tiap hari," kata Ganjar.
Gubernur juga mengatakan, prinsipnya dalam menjalankan pemerintahan adalah melayani masyarakat dengan baik. Tidak bisa serta merta langsung sempurna, lanjutnya tapi wajib terus diupayakan.
"Prinsip sebenarnya masyarakat itu butuh diladeni. Kadang kita melayani dan meladeni tidak mendapat sempurna, tapi menuju sempurna wajib dilakukan," tandasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.