Advertisement

Kecantol Kamu! Gerakan Mencegah Perceraian yang Kini Digencarkan

Ponco Suseno
Rabu, 02 Februari 2022 - 17:07 WIB
Bhekti Suryani
Kecantol Kamu! Gerakan Mencegah Perceraian yang Kini Digencarkan Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN -Tingginya angka perceraian di Klaten, mendorong pemerintah berinovasi membuat gerakan Kecantol Kamu.

Gerakan ini dilakukan oleh otoritas Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganom, Klaten, Jawa Tengah menggencarkan program Kelas Calon Pengantin Online Karanganon Mantap dan Unggul alias Kecantol Kamu yang sudah berjalan sejak 2020.

Program Kecantol Kamu yang hanya ditemukan di KUA Karanganom tersebut dinilai sangat efektif dalam menekan angka perceraian.
Kepala KUA Karanganom, Muslih, mengatakan program Kecantol Kamu mengedukasi para calon pengantin guna membangun keluarga yang berkualitas.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pernikahan sudah seharusnya disiapkan secara matang sebelum ijab kabul.

BACA JUGA: Asyik Berjudi di Pinggir Pantai Gunungkidul, Lima Wisatawan Dicokok Polisi

"Tahun 2018 ada bimbingan pranikah. Di tahun 2020 menjadi Kecantol Kamu. Nama program Kecantol Kamu ini hanya ada di KUA Karanganom. Dalam program itu dilakukan bimbingan ke calon pengantin [bimbingan pranikah]," kata Muslih, kepada Solopos-jaringan Harianjogja.com, Rabu (2/2/2022).

Muslih mengatakan bimbingan yang dilakukan ke calon pengantin mencakup pembinaan membangun keluarga sejahtera. Di dalamnya terdapat juga bimbingan kesehatan ibu dan anak. Biasanya KUA Karanganom menggandeng Puskesmas Karanganom saat memberikan bimbingan ke calon pengantin.

"Bimbingan bersifat lintas sektoral dengan pembekalan ilmu agama, ilmu kemasyarakatan, dan ilmu kesehatan. Tujuannya untuk membentuk keluarga berkualitas sehingga sakinah, mawadah, warohmah. Program Kecantol Kamu juga ditujukan mengurangi angka perceraian [setiap calon pengantin harus mempersiapkan diri dan memahami hak dan kewajiban saat menjadi pasangan suami istri]. Program ini juga untuk mengurangi kematian ibu dan anak, serta mencegah stunting pada anak," katanya.

Disinggung dampak dari program Kecantol Kamu, Muslih mengatakan hal itu sudah mulai memberikan dampak positif di Karanganom. Setidaknya, angka perceraian di Kecamatan Karanganom mulai berkurang dalam beberapa waktu terakhir.

Advertisement

"Angka perceraian di Karanganom sekarang paling di bawah 10 pasangan [per bulan]. Sebelum ada program Kecantol Kamu itu, angkanya bisa di atas 10 pasangan. Program ini akan terus kami lakukan ke depan," katanya.

Muslih mengatakan jumlah pasangan yang menikah di Kecamatan Karanganom setiap bulannya rata-rata mencapai 30 pasang. Menjelang memasuki masa pernikahan, pegawai KUA Karanganom yang didukung Puskesmas Karanganom selalu memberikan bimbingan ke para calon pengantin.
"Biasanya, angka pernikahan ramai itu saat Zulhijah [bisa mencapai 30 pasang]. Harapan kami, program Kecantol Kamu ini bisa bersinergi di seluruh daerah di Klaten [di 26 kecamatan di Klaten]," katanya.

Ketua Pengadilan Agama (PA) Klaten, Tubagus Masrur, mengatakan angka perceraian di Klaten di tahun 2021 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan satu tahun sebelumnya. Angka perceraian di tahun 2021 mencapai 1.712 perceraian. Jumlah tersebut terdiri dari 1.268 cerai gugat dan 444 cerai talak.

Advertisement

Angka perceraian di tahun 2021 jauh lebih banyak dibandingkan di tahun 2020, yakni mencapai 1.482 perceraian. Di tahun 2020, data perceraian di PA Klaten terdiri dari 1.080 cerai gugat dan 402 cerai talak.
"Upaya pencegahan perceraian itu menjadi tanggung jawab bersama. Doa saya itu agar PA Klaten sepi [dari penerimaan perkara perceraian]," katanya.

Tubagus Masrur mengatakan penyebab terjadinya perceraian di Klaten disebabkan beberapa hal. Faktor paling dominan penyebab munculnya perceraian, yakni perselihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus (801 perkara).
"Selanjutnya, disebabkan faktor ekonomi (457 perkara), faktor telah meninggal dunia salah satu pihak (300 perkara). Selebihnya disebabkan kawin paksa, murtad, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dihukum penjara, judi, madat, dan cacat badan," katanya.

Salah satu pengantin baru di Karanganom, Wardi, mengatakan pelayanan pernikahan di KUA Karanganom terbilang sangat memuaskan.
"Pelayanan di sini bagus. Saya di sini dibekali ilmu [sebelum menikah]. Saya nikah di sini gratis juga," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringati Hari Pariwisata Dunia, Bantul Gelar Pertunjukan Seni di YIA

Bantul
| Selasa, 27 September 2022, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement