Advertisement
Hipertensi Bisa Dikontrol dengan Aplikasi Ini
Ilustrasi hipertensi - istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) merancang aplikasi bernama “AKSI (Aplikasi Kontrol Hipertensi)”.
"Aplikasi ini dirancang untuk memantau faktor-faktor risiko penyebab hipertensi, sehingga kegiatan pemantauan yang dilakukan di (Posbindu) dan Prolanis yang saat ini ditiadakan, dapat tetap dilaksanakan walaupun dengan cara yang berbeda," kata Ketua Pengmas FKM UI Dr. Atik Nurwahyuni dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).
Advertisement
Pembuatan rancangan alat hipertensi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk memantau para penderita hipertensi.
Penyakit ini adalah salah satu penyakit komorbid tertinggi penyebab Covid-19.
Aplikasi yang dikembangkan berbasis KoboToolbox tersebut dapat memberi pesan kesehatan secara otomatis pada akhir pengisian formulir penilaian mandiri, sehingga lansia dapat mengetahui apakah pola perilaku kesehatan mereka sudah baik atau belum.
Hal tersebut dapat memudahkan para lansia untuk mengontrol atau mengendalikan hipertensi melalui kontrol pola perilaku.
Aplikasi yang dirancang dapat digunakan secara offline, sehingga dapat digunakan tanpa internet.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap para lansia dalam pengendalian hipertensi, tim Pengmas juga menyosialisasikan “Tips Centong Nasi (Langkah Centong untuk Mengendalikan Hipertensi)”. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengontrol hipertensi.
Kegiatan dilakukan melalui WhatsApp, poster, dan video.
Video intervensi berisi penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tekanan darah dan tips pengendaliannya melalui langkah Centong, yaitu cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok dan minuman alkohol, Nutrisi baik dengan makanan bergizi, Tidak makan makanan asin dan berlemak berlebihan, Olahraga atau aktivitas fisik secara teratur, Normalkan berat badan, dan Giat mengelola stres.
BACA JUGA: Update Informasi Stok Darah di PMI DIY 22 Januari 2022
"Para lansia semangat sekali mengikuti intervensi kami, bahkan ada lansia yang mengirimkan pesan kepada saya untuk memeriksa apakah beliau sudah memahami atau belum tentang gerakan Centong Nasi dan ada juga yang menyebarkan gerakan Centong Nasi melalui snap Whatsapp," ujar Dewi, salah seorang anggota Tim Pengmas.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian bagi lansia dalam mengendalikan faktor-faktor risiko hipertensi terutama pada masa pandemi.
Penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan secara total, namun dapat dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- INDEF Soroti ART ASRI, Regulasi Halal Dipertanyakan
- KPK Dalami Dugaan Suap SKP PJK3 di Kemenaker
- Revisi Perda Pajak Kulonprogo Disahkan DPRD
- Wang Yi Tegaskan Kesetaraan Kedaulatan di Forum HAM PBB
- DPR RI Dorong Penguatan Desa Binaan Imigrasi di DIY
- 7 Base Clash of Clans Anti 3-Star yang Membuat Akun Premium Dicari
- BMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Petir Melanda Mayoritas Kota Besar
Advertisement
Advertisement








