Advertisement

Impor Vaksin Covid-19 Dipastikan Berkurang, Ini Penjelasan Menkes

Nyoman Ary Wahyudi
Selasa, 18 Januari 2022 - 21:27 WIB
Bhekti Suryani
Impor Vaksin Covid-19 Dipastikan Berkurang, Ini Penjelasan Menkes Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian Omicron terdeteksi masuk ke Indonesia - Kemenkes RI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 untuk program reguler dan booster relatif cukup untuk memenuhi target vaksinasi kepada 234 juta penduduk di Tanah Air.

Menurutnya, ketersediaan vaksin itu lebih banyak ditopang oleh vaksin hibah yang masih berlanjut hingga tahun ini. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Budi mengatakan ketersediaan vaksin itu bakal mengurangi kegiatan impor pemerintah untuk memenuhi program vaksinasi dalam negeri ke depan. Kendati demikian, Budi mengatakan kementeriannya masih perlu mengimpor vaksin Sinovac dalam jumlah yang relatif kecil untuk program vaksinasi anak yang menyasar 26 juta jiwa tahun ini. 

Budi mengatakan kebutuhan vaksin untuk mencapai cakupan sebanyak 70 persen dari keseluruhan populasi mencapai 656 juta dosis. Perinciannya, 468 dosis untuk program vaksin primer yang menyasar 234 juta penduduk. Sisanya, 208 juta dosis untuk program booster yang menyasar pada populasi remaja. 

“Kondisi sekarang dengan adanya kebijakan half dosis untuk AstraZeneca, Pfizer dan Moderna kita hitung cukup. Kita hanya mungkin beli sedikit tambahan Sinovac untuk memenuhi vaksin anak kita,” kata Budi saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (18/1/2022). 

Berdasarkan data milik Kementerian Kesehatan per 17 Januari 2022, ketersediaan vaksin Covid-19 berada di angka 457.490.580 dosis. Dari pencatatan itu, Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) sudah mendistribusikan vaksin itu mencapai 81 persen atau sebanyak 347.013.338 dosis ke setiap daerah. 

BACA JUGA: 5 Tanda Pria dan Perempuan Sedang Selingkuh

Adapun, ketersediaan vaksin AstraZeneca tercatat paling besar mencapai 47.431.500 dosis, disusul Moderna dan Pfizer yang masing-masing sebesar 10.999.080 dan 9.012.348. 

Advertisement

“Vaksin primer ini ada kompleksitas sedikit, karena anak itu yang boleh hanya tiga di dunia yaitu Pfizer dengan pengemasan khusus, Sinopharm, dan Sinovac, di dunia hanya tiga itu yang disetujui,” tuturnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

P3K Nakes di Pemkot Jogja Mulai Diseleksi

Jogja
| Jum'at, 09 Desember 2022, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement