Advertisement
Minat Perjalanan Saat Nataru Rendah
Apel Pembukaan Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru 2019 di area Pelataran Gedung PKP-PK Bandara Internasional Adisutjipto, Kamis (20/12/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim minat masyarakat melakukan perjalanan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lebih rendah dibandingkan dengan Idulfitri.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Jalan dan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Eddy Gunawan menyampaikan ada sejumlah alasan dibalik penurunan ini. Salah satunya adalah karena kondisi cuaca dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
Advertisement
"Banyak faktor yang menyebabkan minat turun, yaitu karena cuaca ekstrem sampai kepercayaan diri masyarakat bahwa lebih baik tidak melakukan pergerakan. Banyak juga sekolah yang diubah aktivitasnya sehingga terjadi penundaan perjalanan,” ujarnya dalam diskusi Masyarakat Transportasi Indonesia dikutip, Jumat (24/12/2021).
Sebagai perbandingan, merujuk kepada survei Kemenhub ada sebanyak 7 persen atau sekitar 11 juta orang masyarakat Indonesia berpotensi melakukan perjalanan pada akhir tahun.
Sedangkan masyarakat Jabodetabek yang bepergian dari Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang sebabyak 2,8 juta orang. Sementara itu survei Kementerian Perhubungan pada Mei 2021 menunjukkan masyarakat yang minat bepergian mencapai 18 juta orang saat libur lebaran.
Meski demikian, Pemerintah tetap mengantisipasi potensi melonjaknya anhka kasus Covid-19 setelah libur panjang akhir tahun.Salah satunya dengab memperketat pengawasan di titik-titik simpul angkutan umum, seperti terminal sampai pelabuhan penyeberangan. Sementara itu, rencana skenario lalu-lintas ganjil genap akan diterapkan secara situasional apabila kemacetan kendaraan sudah Eddy mengklaim pada dasarnya pengawasan terhadap disiplin protokol kesehatan di simpul-simpul transportasi telah membaik.
Adapun sebagaimana diketahui, secara historis, periode liburan selalu mendorong kenaikan kasus Covid-19. Satu hal yang dikhawatirkan pada akhir tahun ini adalah lonjakan kasus Covid-19 di tengah adanya varian Omicron setelah kasus positif di Indonesia berada dalam status landa dalam beberapa waktu terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Plastik Melonjak, UMKM Sleman Dipaksa Ubah Strategi Jualan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
Advertisement
Advertisement







