Advertisement

Pil Ini Resmi Jadi Obat Covid-19 Pertama Dunia

Akbar Evandio
Jum'at, 24 Desember 2021 - 07:27 WIB
Budi Cahyana
Pil Ini Resmi Jadi Obat Covid-19 Pertama Dunia Pfizer, perusahaan yang mengeluarkan obat Covid-19 pertama di dunia. - Dok

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (The United States Food and Drug Administration/US FDA) memberikan izin untuk penggunaan darurat pil antivirus corona SAR-CoV-2 milik Pfizer yakni Paxlovid sebagai obat Covid-19.

Paxlovid menjadi pil antivirus Covid-19 pertama yang mendapat izin penggunaan sebagai pengobatan untuk pasien gejala ringan dan sedang. Obat ini pun disarankan untuk orang berusia 12 tahun ke atas.

Advertisement

Adapun, Obat itu juga digunakan untuk pasien berisiko tinggi, seperti risiko rawat inap dan kematian.

"Pil ini harus sesegera mungkin diberikan setelah diagnosis Covid-19 dan dalam waktu lima hari setelah timbul gejala," demikian tertulis pada pernyataan FDA, dikutip Kamis (23/12/2021).

Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA Patrizia Cavazzoni mengatakan, penggunaan pil ini wajib atas resep dokter dan dapat diminum setiap 12 jam selama lima hari.

Dia melanjutkan, Paxlovid dapat digunakan untuk melawan Covid-19 di tengah penyebaran varian baru Omicron.

"Ini langkah yang besar dalam melawan pandemi global," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pasien yang memenuhi syarat mengkonsumsi Paxlovid adalah mereka yang berisiko tinggi berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 39 kilogram dan memiliki hasil tes posiitif Covid-19.

Paxlovid mengkombinasikan obat antivirus bernama nirmatrelvir dan ritonavir. Dosis penggunaannya yakni tiga pil dikonsumsi dua kali sehari selama lima hari di mulai setelah timbul gejala.

Sejauh ini, Pfizer telah mengizinkan produsen generik untuk memasok obat ke 95 negara berpenghasilan rendah dan menengah melalui perjanjian lisensi dengan Medicines Patent Pool, kelompok kesehatan masyarakat internasional.

Sementara itu, pil saingan buatan perusahaan farmasi Inggris Merck & Co, Molnupiravir juga tengah ditinjau oleh FDA. Molnupiravir yang dikembangkan dengan Ridgeback Biotherapeutics diklaim dapat mengurangi risiko rawat inap dan kematian sebesar 30 persen dalam uji coba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pegagan Berpotensi Memperbaiki Daya Ingat, Guru Besar UGM: Meningkatkan Dopamin

Jogja
| Jum'at, 26 April 2024, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Sandiaga Tawarkan Ritual Melukat ke Peserta World Water Forum di Bali

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 19:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement