Semua Jenis Vaksin Covid-19 Berpotensi Menjadi Booster

Pelaksanaan vaksinasi pelajar di Sekolah Kristen IPEKA Pluit. - Antara
23 Desember 2021 07:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, YOGYAKARTA -Semua jenis vaksin memiliki potensi untuk digunakan sebagai "booster" (penguat) vaksin Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor dr Tri Wibawa. 

"Semua vaksin berpotensi sebagai 'booster', tentunya setelah melalui uji klinis khusus untuk membuktikan keamanan dan hasil gunanya sebagai 'booster'," katanya melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu (22/12/2021).

Dia mengungkapkan, banyak tantangan dalam pengembangan vaksin, termasuk vaksin Covid-19.

Pengembangan vaksin tidak dapat dilakukan dengan cepat, karena terdapat banyak proses dan tahapan yang harus dilalui.

Baca juga: Bahaya Obesitas, Bisa Picu 5 Penyakit Ini

Hal tersebut, kata dia, diperlukan untuk membuktikan kandidat vaksin yang dikembangkan aman dan berhasil memberikan perlindungan orang terhadap Covid-19.

Upaya pengembangan vaksin nasional dilakukan oleh sejumlah institusi dan perguruan tinggi di Tanah Air, salah satunya pengembangan vaksin Merah Putih.

UGM turut menjadi salah satu lembaga yang melakukan pengembangan vaksin Merah Putih.

"Pengembangan vaksin sangat kompleks, untuk sampai tahap uji klinis masih panjang prosesnya. Saat ini kita sedang persiapkan melakukan uji imunogenitas pada hewan coba," kata tim pengembang vaksin Merah Putih UGM ini.

Dijelaskan, untuk melihat efek imunogenitas vaksin timnya akan menguji kandidat protein pada mencit.

Vaksin Berbasis DNA

Dalam pengembangan vaksin Merah putih, UGM fokus pada pengembangan vaksin berbasis DNA protein rekombinan dan menggunakan Carbonated Hydroxyapatite (CHA) sebagai adjuvan.

"Yang membedakan pengembangan vaskin UGM ini dengan yang lainnya adalah pada platform teknologinya yakni rekombinan protein," ujar dia.

Tri Wibawa menyebut, setiap platform pengembangan vaksin mempunyai keunggulan dan kelemahan.

Menurutnya, vaksin yang dikembangkan UGM dengan berbasis protein rekombinan lebih menjanjikan untuk mengurangi potensi efek samping.

Tak hanya itu, menurut dia, dengan platform tersebut juga lebih mudah dalam produksi massal.

 

Sumber : Antara