Rektor UAD Ingatkan Lulusan Soal AI dan Persaingan Dunia Kerja
Sebanyak 2.130 mahasiswa diwisuda UAD, 98% meraih cumlaude. Rektor Muchlas berpesan agar lulusan adaptif menghadapi AI dan dunia kerja.
Pelaksanaan vaksinasi pelajar di Sekolah Kristen IPEKA Pluit./Antara
Harianjogja.com, YOGYAKARTA -Semua jenis vaksin memiliki potensi untuk digunakan sebagai "booster" (penguat) vaksin Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor dr Tri Wibawa.
"Semua vaksin berpotensi sebagai \'booster\', tentunya setelah melalui uji klinis khusus untuk membuktikan keamanan dan hasil gunanya sebagai \'booster\'," katanya melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu (22/12/2021).
Dia mengungkapkan, banyak tantangan dalam pengembangan vaksin, termasuk vaksin Covid-19.
Pengembangan vaksin tidak dapat dilakukan dengan cepat, karena terdapat banyak proses dan tahapan yang harus dilalui.
Baca juga: Bahaya Obesitas, Bisa Picu 5 Penyakit Ini
Hal tersebut, kata dia, diperlukan untuk membuktikan kandidat vaksin yang dikembangkan aman dan berhasil memberikan perlindungan orang terhadap Covid-19.
Upaya pengembangan vaksin nasional dilakukan oleh sejumlah institusi dan perguruan tinggi di Tanah Air, salah satunya pengembangan vaksin Merah Putih.
UGM turut menjadi salah satu lembaga yang melakukan pengembangan vaksin Merah Putih.
"Pengembangan vaksin sangat kompleks, untuk sampai tahap uji klinis masih panjang prosesnya. Saat ini kita sedang persiapkan melakukan uji imunogenitas pada hewan coba," kata tim pengembang vaksin Merah Putih UGM ini.
Dijelaskan, untuk melihat efek imunogenitas vaksin timnya akan menguji kandidat protein pada mencit.
Vaksin Berbasis DNA
Dalam pengembangan vaksin Merah putih, UGM fokus pada pengembangan vaksin berbasis DNA protein rekombinan dan menggunakan Carbonated Hydroxyapatite (CHA) sebagai adjuvan.
"Yang membedakan pengembangan vaskin UGM ini dengan yang lainnya adalah pada platform teknologinya yakni rekombinan protein," ujar dia.
Tri Wibawa menyebut, setiap platform pengembangan vaksin mempunyai keunggulan dan kelemahan.
Menurutnya, vaksin yang dikembangkan UGM dengan berbasis protein rekombinan lebih menjanjikan untuk mengurangi potensi efek samping.
Tak hanya itu, menurut dia, dengan platform tersebut juga lebih mudah dalam produksi massal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 2.130 mahasiswa diwisuda UAD, 98% meraih cumlaude. Rektor Muchlas berpesan agar lulusan adaptif menghadapi AI dan dunia kerja.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.