Advertisement
Epidemiolog Sebut Omicron Sudah Lama Beredar di Indonesia, tetapi Baru Terdeteksi
Ilustrasi - dw.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan virus Corona varian Omicron sebenarnya sudah lama masuk dan beredar di Indonesia, tetapi sekarang baru terdeteksi.
Hal tersebut diungkapkannya di akun Twitter.
Advertisement
"Sudah lama masuk dan beredar, hanya baru terdeteksi #Omicron," tulisnya.
Dia mengatakan untuk menekan penyebaran covid tersebut yang disebut memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, maka vaksinasi lansia anak dipercepat.
Selain itu, katanya, semua aturan diimplementasikan dengan konsisten.
"Juga karantina tanpa kecuali bagi pelaku perjalanan. Aplikasi PeduliLindungi dimanfaatkan bukan untuk pasangan," tambahnya.
Sudah lama masuk dan beredar, hanya baru terdeteksi #Omicron vaksinasi lansia anak dipercepat. Semua aturan diimplementasikan dengan konsisten., juga karantina tanpa kecuali bagi pelaku perjalanan. Aplikasi PeduliLindungi dimanfaatkan bukan untuk pasangan. pic.twitter.com/ZbMeAxyZyV
— Juru Wabah ** (@drpriono1) December 16, 2021
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendeteksi pasien N terkonfirmasi Virus Corona varian Omicron, Rabu (15/12/2021). Menurut Menteri Kesehatan(Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kamis (16/11/2021), pasien N adalah pekerja pembersih di RSDC Wisma Atlet. Pada tanggal 8 Desember dilakukan PCR rutin untuk pekerja RSDC dan 3 orang dinyatakan positif.
Oleh karena CT value pasien N sangat rendah, maka sampel dikirim untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS), dan hasilnya keluar pada 15 Desember terkonfirmasi positif Omicron.
“Sedangkan 2 pasien lainnya tidak terkonfirmasi Omicron,” ujar Menkes. Hasil PCR terbaru pasien N dan dua pasien lainnya saat ini sudah negatif demikian dikutip dari Bisnis.com.
Selain pasien N, Kemenkes juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron. Dari lima itu, 2 WNI baru kembali dari Amerika Serikat (AS), Belanda dan Inggris. Kedua WNI tersebut saat ini sedang diisolasi di Wisma Atlet. Tiga kasus probable lainnya terkait dengan kedatangan WNA dari China yang saat ini sedang diisolasi di Wisma Karantina di Manado, Sulawesi Utara. “Saat ini sampel mereka sedang dikonfirmasi melalui WGS dan hasilnya akan diumumkan segera,” tukas Budi Gunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Siklon Nokaen dan 96S Picu Hujan dan Gelombang Tinggi
- Warga Aceh Tengah Mulai Terima DTH Tiga Bulan Sekaligus
- RUU Perampasan Aset Jadi Momentum Penting Negara
- Novel Baswedan Soroti Aturan Tersangka Tak Dipajang oleh KPK
- ASN di Indramayu Jadi Tersangka Korupsi Bantuan PKBM
- Timnas Futsal Jalani Dua Uji Coba Menjelang Piala Asia
- Presiden Koreksi Desain IKN: Atasi Panas dan Risiko Karhutla
Advertisement
Advertisement





