Advertisement
Pengamat: Jokowi Hanya Tunggu Waktu Tepat Untuk Rombak Kabinet
Salinan undangan pelantikan menteri. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menilai pemerintah dalam hal ini Jokowi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan reshuffle kabinet.
Menurutnya, kondisi perkembangan pandemi Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk mengambil keputusan tersebut.
Advertisement
“Saya kira sekarang sementara menunggu waktu yang tepat ya melewati akhir tahun ini dan melihat perkembang pandemi Covid-19,” katanya kepada JIBI/Bisnis, Selasa (14/12/2021).
Qodari menambahkan, pengendalian pandemi terutama dengan keberadaan varian Omicron menjadi fokus pemerintah pada saat ini sehingga kedepannya terlihat seperti apa kebutuhannya terkait reshuffle kabinet.
“Jika pandemi sudah menjadi endemi maka pada saat itulah asumsi mengenai proyeksi kedepan dan kebutuhannya diketahui lebih mantap,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menegaskan belum ada informasi apapun soal reshuffle kabinet hingga saat ini.
“Tidak ada [informasi mengenai kocok ulang kabinet], katanya saat dihubungi Bisnis beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Stigma Sosial Hambat Penemuan Kasus TBC di Kulonprogo
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Buka Peluang Investasi di Kawasan JJLS Kelok 23
- Digitalisasi Pengiriman Surat Pengadilan, PT Pos Bahas Handbook Baru
- Jung Yu-mi, Park Seo-joon dan Woo-shik Reuni di Variety Show PD Na
- Narkotika dan Pencurian Dominasi Perkara Pidana di PN Sleman
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- Inflasi DIY Januari 2026 Diprediksi Melandai Usai Libur Nataru
- Puluhan SMA Negeri 2 Kudus Keracunan Massal, Diduga Akibat Menu MBG
Advertisement
Advertisement



