Advertisement
Varian Baru Covid-19 Omicron Merebak, Inggris Perketat Aturan Travel
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris akan memberlakukan kembali kewajiban penggunaan masker di transportasi publik dan pertokoan mulai minggu depan.
Hal itu diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona varian baru Omicron.
Advertisement
Selain itu, tes PCR juga akan diwajibkan bagi siapapun yang memasuki wilayah Inggris dan semua yang pernah kontak dengan kasus Covid-19 varian baru harus menjalani isolasi mandiri, walaupun telah tervaksinasi penuh.
Kendati demikian, PM Inggris mengatakan perayaan Natal tahun ini diperkirakan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. "Aturan tersebut bersifat sementara dan untuk pencegahan," ujarnya seperti dilansir BBC, Minggu (28/11/2021).
Johnson mengumumkan peraturan baru tersebut dalam sebuah konferensi pers di Downing Street, setelah 2 kasus Omicron terkonfirmasi di Brentwood, Essex, dan Nottingham. Pihak berwenang menyatakan kasus itu terhubung dengan perjalanan dari Afrika bagian selatan.
Varian baru Omicron pertama kali dilaporkan dari Afrika Selatan pada Rabu lalu, dengan tanda-tanda yang menunjukkan virus ini memiliki risiko infeksi ulang lebih tinggi.
Johnson menambahkan saat ini para ilmuwan sedang mempelajari varian baru tersebut dan menyebutkan bahwa virus Omicron menyebar dengan cepat dan bisa ditularkan kepada orang yang sudah mendapatkan vaksin 2 kali.
"Kita perlu untuk menekan penyebaran varian baru itu di Inggris karena penutupan perbatasan hanya bisa meminimalisir dan menunda kedatangan varian baru ketimbang menghentikan penyebaran bersama-sama," katanya.
Dia juga mengatakan pembatasan baru itu akan dievaluasi setiap 3 minggu, di mana mereka juga harus memiliki informasi yang lebih baik mengenai keefektifan berkelanjutan dari vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bbc.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
Advertisement
BPPTKG Larang Aktivitas di Sungai Merapi Seusai Banjir Lahar Maut
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Begal Modus Mata Elang, Korban Dipukul dan Diceburkan ke Sungai
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Pecah Rekor MURI, Plaza Ambarrukmo Gelar Wayang Kulit 20 Jam Nonstop
- Siap-Siap, Kemarau 2026 Dimulai April dengan Durasi Lebih Panjang
- Wapres Gibran Minta Guru dan Orang Tua Tak Malu Belajar Teknologi AI
- Bupati Abdul Halim Muslih Serahkan Paket Bantuan Sosial PPBMP
- Target Revitalisasi Sekolah Jebol, Kemendikdasmen Kelola Rp14 Triliun
Advertisement
Advertisement







