Dituding sebagai Gubernur Kadrun dan Ekstrem, Anies Baswedan Bersuara..

Tangkapan layar - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan JIBI - Bisnis/Nancy Junita
25 November 2021 07:47 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Muncul tudingan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap kadrun dan orang yang ekstrem.

Dalam kanal youtube Deddy Corbuzier Anies menjawab. "Kadrun tuh apa sih? mungkin harusnya tanya pada yang menyebut saya seperti itu. Kalau saya adalah Anies Baswedan," ujarnya. 

Menjawab pertanyaan bahwa selama ini dia dikenal radikal, ekstrem, Anies pun menjawab dalam sebuah langkah membawa ide atau gagasan. Ada yang dukung ada yang menolak.

"Saya tidak bisa mengatur pikiran orang, yang bisa diatur tindakan. Seperti negara cuma bisa mengatur tindakan. Kita tidak bisa mengatur pikiran dan perasaan orang," paparnya.

Sementara itu, terkait tudingan dirinya disebut ekstrem, dia menjawab jika ekstrimisme ada dalam banyak urusan, dan salah satu cara menghadapi ekstrimisme adalah kemampuan berpikir kritis. maka seseorang punya benteng menghadapi ekstrimisme apapun.

"Ini sebagai pembenteng dalam menghadapi ekstrimisme dan menolaknya, karena dalam semua urusan kita akan berpotensi bertemu dengan pandangan yang ekstrim ini," tambahnya.

Dia mengatakan tidak bisa melarang siapapun mendukung dirinya, karena itu di luar kendalinya. Termasuk juga dukungan dari orang yang dianggap ekstrim.

"Kalau saya dianggap Gubernur ekstrem, tidak menghormati agama lain dan tidak menghargai minoritas dulu saya tidak bisa menjawab, karena jika saya jawab tidak ada buktinya. Sekarang setelah 4 tahun, saya tidak membantah saya akan membuktikannya saja dimana bukti tudingan itu. Kalau tidak ada, batalin dong itu tuduhannya," ujarnya.

Baca juga: Ibu di Bantul Polisikan Anak karena Jual Perabotan hingga Genting Rumah

Dia juga mengatakan orang sudah sebaiknya melihat hal yang substanstif, jangan memikirkan masalah ketika diperolok atau dihina.

Terkait banjir, Anies mengatakan kalau selama ini penanganannya sudah lebih baik. Semisal dari waktu genangan. 

Dia juga mengatakan terkait banjir tersebut juga harus diperhitungan juga curah hujannya. Semisal jika curah hujan di bawah 100 kondisi banjir aman, sementara jika di atas 100 itu yang dikhawatirkan.

Salah satu cara untuk mempercepat penurunan banjir itu, katanya dengan pembuatan sumur resapan. Di Jakarta sendiri saat ini ada sekitar 23.000 sumur resapan.

Dia juga menyinggung soal buzzer. Menurutnya itu bukan musuhnya dan bukan menyerang dirinya tapi menyerang akal sehat orang. Karena banyak hal yang disampaikan tidak benar. Hal ini mengganggu keselamatan banyak orang.

"Yang diserang bukan hanya orang terkenal, tapi orang di netizen yang partisipan bisa diserang hanya karena berpendapat dengan yang bersebrangan," tuturnya.

Dia juga mengimbau orang-orang yang ingin membuat buzzer untuk dirinya agar tidak melakukannya. 

Sumber : bisnis.com