Advertisement

WHO Prediksi Ada Tambahan 500.000 Orang Meninggal di Eropa Akibat Covid-19 hingga Maret 2022

John Andhi Oktaveri
Minggu, 21 November 2021 - 13:57 WIB
Sunartono
WHO Prediksi Ada Tambahan 500.000 Orang Meninggal di Eropa Akibat Covid-19 hingga Maret 2022 Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 500.000 orang lagi di Eropa yang meninggal karena Covid-19 hingga Maret tahun depan.

Perkiraan itu disampaikan Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge dengan catatan semua negara di benua itu tidak melakukan tindakan daurat untuk mengatasinya.

Dia mengaku sangat khawatir dengan gelombang infeksi baru yang telah menyebar ke seluruh benua itu dan membuat banyak negara mengumumkan pembatasan baru.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Austria mengumumkan minggu ini akan menjadi negara pertama yang secara hukum mewajibkan orang untuk memiliki vaksin mulai Februari tahun depan. Negara itu memiliki tingkat vaksinasi terendah di Eropa barat dan mencatat 15.809 kasus tambahan pada Jumat lalu.

Negara itu akan melakukan penguncian penuh untuk ketiga kalinya mulai Senin besok hingga setidaknya 12 Desember. Pembatasan yang lebih ketat juga telah diumumkan di Republik Ceko dan Slovakia.

Kluge mengatakan faktor-faktor seperti musim dingin, ketika biasanya ada peningkatan infeksi virus dan cakupan vaksin yang rendah mengakibatkan peningkatan kasus. Karena itu dia meminta lebih banyak orang untuk divaksinasi dan melaksanakan langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Menurutnya, perawatan baru harus dikembangkan. Akan tetapi dia menegaskan vaksinasi wajib harus menjadi pilihan terakhir.

“Covid-19 sekali lagi menjadi penyebab kematian nomor satu di wilayah kami,” katanya seperti dikutip TheGuardian.com, Minggu (21/11/2021).

Dia mengatakan pihaknya tahu apa yang perlu dilakukan untuk melawan penyakit tersebut.

Sementara itu, kerusuhan meletus di Belanda pada hari Jumat lalu sebagai tanggapan terhadap pembatasan akibat gelombang Covid-19 baru. Polisi menembaki pengunjuk rasa dan tujuh orang terluka selama demonstrasi di Rotterdam.

Advertisement

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan situasi di negara itu adalah darurat nasional dan tidak akan mengesampingkan penguncian nasional. Sementara, pasar natal dibatalkan di negara bagian tenggara Bavaria yang memiliki beberapa tingkat vaksinasi terendah di negara itu.

Rata-rata tujuh hari kasus virus Corona baru harian di Inggris lebih tinggi dari negara-negara Uni Eropa dan telah terjadi sejak Juni.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Guardian

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Siapkan Gelar Permainan Rakyat Jogja, KPOTI DIY Audiensi ke Kundho Kabudayan

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 22:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement