Advertisement
Jokowi: Waspada Covid-19 dan Potensi Perlambatan Ekonomi di 2022
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua pihak waspada, sebab ada potensi berlanjutnya pandemi Covid-19 pada 2022.
"Waspadai tantangan kita pada 2022 yakni potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia karena pandemi global yang belum selesai selesai," kata Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, dikutip lewat Youtube Sekretariat Kabinet, Rabu (17/11/2021).
Advertisement
Jokowi pun meminta semua pihak fokus menurunkan kasus Covid-19. Bahkan, dirinya membandingkan kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara.
“Lebih fokus lagi agar dilihat provinsi-provinsi, kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan meskipun sedikit agar diberikan perhatian. Karena kita tahu sekarang di Amerika Serikat kasus harian juga naik lagi ke angka 70.000, Inggris juga 39.000, Rusia 38.000, Jerman 30.000," ujarnya.
Jokowi melanjutkan dengan menginstruksikan agar setiap daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 agar diingatkan dan pemerintah dapat memberikan bantuan kepada daerah-daerah tersebut.
"Nanti provinsi-provinsi yang naik meskipun hanya sedikit betul-betul diberi peringatan dan diberi bantuan agar kasusnya bisa turun kembali. Kabupaten dan kota juga sama, dilihat secara detail karena kita datanya komplet semuanya, juga diberikan bantuan untuk menekan agar kasusnya menjadi lebih turun," kata Jokowi.
Beralih ke perlambatan ekonomi Dunia, Jokowi menyebutkan agar seluruh pihak turut waspada, sebab risiko pandemi terhadap ekonomi global tahun depan masih beragam.
“[Semua] yang berkaitan dengan risiko global, agar semua diwaspadai," katanya.
Jokowi mencontohkan misalnya seperti sentimen perlambatan ekonomi China, sebab selama ini negeri Tirai Bambu menjadi mitra dagang utama Indonesia sehingga perlambatan ekonomi China dinilai memiliki dampak lebih lanjut terhadap perekonomian nasional.
"Betul-betul dilihat karena ekspor kita ke sana besar," ujarnya.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti langkah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang mulai memberikan sinyal untuk meninggalkan kebijakan ultra longgar menuju pengetatan (tapering off).
"Risiko tapering off, dari Amerika, betul-betul dilihat dampak yang harus kita siapkan dan apa yang harus kita lakukan," katanya.
Terakhir, Jokowi mengingatkan risiko inflasi global. Menurutnya, jajarannya harus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalisir dampaknya.
"Semua dihitung, dikalkulasi di mana yang harus kita antisipasi," tegasnya
Jokowi berpesan, kas keuangan negara tahun depan harus bisa menjadi instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya tahan.
"Mengakselerasi daya saing kita, utamanya daya saing di ekspor dan daya saing di investasi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ini Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia
- Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Remaja di Kebun Pisang
- Arus Balik Lebaran BBM Tetap Tersedia, Antrean Mulai Normal
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- FIFA Series Digelar di GBK, Indonesia Uji Kesiapan
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
- Debut Pelatih Baru dan Kembalinya Bek di Skuad Garuda Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement







