Sewa Garuda Kemahalan, Peter F Gontha Mengadu ke KPK dan Kemenkumham

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. - Antara
01 November 2021 12:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Peter F. Gontha menyebut biaya sewa pesawat Garudaterlalu mahal. Dia pun melaporkan hal tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa mendukung penuh apa yang sudah dilakukan Peter karena sudah menyerahkan data-data yang dia miliki ke KPK.

“Jadi kita dorong memang supaya mantan-mantan komisaris dan direksi pada saat itu bisa diperiksa saja,” katanya melalui pesan suara kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Arya menjelaskan, bahwa pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana bisa proses kesepakatan penyewaan pesawat yang diklaim mahal itu bisa terjadi. Menurutnya, penggelembungan sewa pesawat tersebut bersumber dari penyewa. Dari informasi yang diperolehnya, Peter pun ikut menandatangani transaksi tersebut.

Baca juga: Pandemi Lahirkan Jutaan Pengangguran Baru di Indonesia

Memang, ada kesepakatan sewa yang tidak Peter tandatangani. Meski begitu, tambah Arya, hampir semua ikut dibubuhi cap Peter. Oleh karena itu, Arya meminta komisaris hingga direksi pada periode tersebut untuk diperiksa. Tujuannya agar kasus semakin terang benderang.

“Kita dukung Pak Peter. Termasuk Pak Peter sekalian bisa jelaskan,” jelasnya.

Peter beberapa kali melalui akun Instagram menyebut harga sewa pesawat Garuda kelewat mahal. Dia mencontohkan sewa Boeing 777 yang di pasaran US$750.000 per bulan dipinjam perusahaan milik negara tersebut dengan mahar US$1,4 juta.

Sumber : bisnis.com