Tanah Kas Desa di Klaten Tambah Luas karena Tol Jogja-Solo

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - Solopos.com/Ponco Suseno
16 Oktober 2021 14:57 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.co, KLATEN—Tanah kas desa di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Klaten justru bakal lebih luas setelah sebagian tanah kas desa setempat terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo (Joglo).

Bahkan, luas tanah kas desa bertambah hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Lahan kas desa Kahuman yang terdampak tol Joglo sebanyak 38.000 meter persegi. Namun, saat ini lahan pengganti yang diperoleh mencapai luas 72.000 meter persegi.

Kepala Desa Kahuman, Ida Andung Prihatin, mengatakan jumlah total bidang lahan terdampak proyek tol di Kahuman ada 125 bidang. Dari jumlah itu, ada dua bidang lahan yang merupakan rumah. Sisanya merupakan bidang lahan untuk sawah. “Untuk proses pembayaran uang ganti rugi pada dasarnya semua sudah klir [terbayarkan]. Tinggal dua bidang lahan saja karena persoalan ahli

waris,” kata Ida, Jumat (15/10/2021).

Ida menuturkan di antara sawah yang bakal menjadi jalan tol, ada tanah kas desa. Jumlah bidang lahan tanah kas desa yang terdampak tol ada 19 bidang atau seluas 38.000 meter persegi. “Kalau di Polanharjo tanah kas desa di Kahuman yang paling banyak [terdampak proyek tol]. Nilai uang ganti rugi [untuk tanah kas desa] sekitar Rp13 miliar,” jelas dia.

Soal penggantian tanah kas desa terdampak proyek tol, Ida menjelaskan proses pencarian lahan pengganti sudah rampung. Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi. Artinya, luas lahan pengganti justru lebih luas dibandingkan luas tanah kas desa yang terdampak proyek tol.

Sekitar 26 bidang lahan untuk pengganti tanah kas desa terdampak tol masih berada di Desa

Kahuman. Sebanyak enam bidang lainnya berada di desa lain di wilayah Polanharjo. Saat ini, panitia pengadaan tanah kas Desa Kahuman masih merampungkan proses administrasi lahan pengganti tersebut. “Karena pintar-pintarnya tim yang mencari lahan. Yang penting kami cari di Kahuman kemudian ada nilai tambah cari di luar desa,” kata dia.

Terkait dengan sawah, Ida menjelaskan sawah yang terdampak proyek tol kini sudah tak lagi ditanami setelah uang ganti rugi dibayarkan. Soal jalur irigasi terdampak proyek tol, Ida menuturkan ada sembilan jalur irigasi. Pelaksana proyek tol menjanjikan jalur irigasi tak bakal terganggu proyek jalan tol. “Sudah ada pembahasan di kecamatan yang penting [pembangunan jalan tol] jangan nyenggol

petani. Karena dampak yang paling dirasakan itu di timur tol,” jelas dia.

Ketua Kelompok Tani Tunas Karya III Desa Kahuman, Sugiyarta, mengatakan sawah terdampak proyek tol di Kahuman sudah dibiarkan bera sejak musim tanam kali ini setelah ada penggantian uang ganti rugi. Rata-rata petani yang sawahnya terdampak tol mulai mencari lahan pengganti. “Ada yang mencari sawah pengganti masih di Kahuman ada juga yang di luar Kahuman. Rata-rata pada mencari sawah pengganti,” jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos