Begini Kronologi Irjen Pol Napoleon Bonaparte Lumuri Kotoran Manusia ke Wajah Muhammad Kece

Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara
20 September 2021 11:37 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengungkap aksi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terpidana Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap tersangka Muhammad Kosasih atau Muhammad Kece di dalam tahanan.

Menurut Andi, Napoleon telah bekerja sama dengan narapidana lainnya di dalam tahanan untuk memegangi Muhammad Kece dan melemparinya dengan kotoran manusia yang telah disiapkan oleh Napoleon.

Selain itu, Napoleon juga melumuri kotoran manusia tersebut ke wajah dan tubuh tersangka Muhammad Kece.

"Jadi kotoran manusianya sudah disiapkan di dalam kamar NB (Napoleon Bonaparte)," tuturnya, Senin (20/9/2021).

Menurut Andi, pihaknya juga akan memeriksa tujuh orang saksi pada hari ini, Senin (20/9/2021), terkait perkara dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

BACA JUGA: Aturan Ganjil Genap Masuk Objek Wisata Jogja Baru Wacana

"Ada tujuh saksi yang dijadwalkan pemeriksaannya hari ini,” katanya.

Sebelumnya, Napoleon buka suara terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kosasih alias Muhammad Kece melalui surat terbuka. 

Napoleon diduga menganiaya Kece di dalam sel Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. 

"Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya," demikian pembuka dalam surat terbuka Napoleon dilansir dari Tempo, Minggu (19/9/2021).

Napoleon pun menjelaskan simpang siur informasi tentang penganiayaan tersebut.

Berikut isi lengkap suratnya:

1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin

2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.

3. Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia

4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu

5. Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kece apapun risikonya Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.

Hormat dan Salamku

Napoleon Bonaparte alias Napo Batara

Inspektur Jenderal Polisi

Sumber : Bisnis.com