Masker KN-95 Mulai Langka, Produksi Dalam Negeri Masih Longgar
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Kegiatan Padmanaba Jogja. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Keluarga Besar Alumni (KBA) SMA Negeri 3 Padmanaba Jogja membangun Grha Padmanaba yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran siswa termasuk program merdeka belajar.
Ketua Umum Keluarga Besar Alumni (KBA) Padmanaba Hendri Saparini mengatakan sesuai dengan semangat para siswa Padmanaba yang dikenal sebagai pelajar yang kreatif dan inovatif, KBA Padmanaba pun mewujudkan tambahan ruangan bagi sekolah melalui pembangunan Grha Padmanaba. Harapannya agar siswa Padmanaba tetap bisa mengembangkan kreativitasnya termasuk untuk mendukung program merdeka belajar.
“Kami didukung seluruh civitas akademika Padmanaba, mewujudkan tambahan ruang untuk berekspresi siswa tersebut dalam bentuk pembangunan Gedung Grha Padmanaba. Harapannya juga bisa mendukung untuk program merdeka belajar,’’ katanya dalam rilisnya, Minggu (19/9/2021).
Ia menambahkan melalui gedung tersebut diharapkan mampu menampung energi berlebih yang dimiliki siswa Padmanaba untuk terus berprestasi. Sehingga bisa terus mempertahankan budaya meraih prestasi tinggi di bidang akademik dan non-akademik dan ditingkatkan setelah bangunan fisik Grha Padmanaba terwujud.
“Bulan ini, merupakan bulan di mana Padmanaba memasuki usia 79 tahun. Karena menjadi sekolah yang tertua dan menelorkan ribuan lulusan yang berkualitas. Momen ini, kami jadikan bahan introspeksi diri,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan HUT Ke-79 Padmanaba meliputi Lomba Pembuatan Konten Oleh Siswa, Studium General oleh alumni, Kegiatan Sosial, Pembagian Sembako, Baksos Panti Jompo, dan Baksos Panti Asuhan serta sejumlah kegiatan webinar. Puncak acara diawali ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP). Upacara HUT Ke-79 Padmanaba dilangsungkan virtual dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa dari Yayasan Keluarga Padmanaba, Minggu (19/9/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Empat pria bertopeng membakar Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo setelah mengancam penjaga malam dengan senjata tajam.
Harga Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga akhir 2026. Pemerintah menjaga harga BBM subsidi demi daya beli masyarakat.
Ketua MK Suhartoyo mengingatkan calon advokat tak menjadikan klien sebagai objek bisnis dan pentingnya menjalankan prinsip officium nobile.
Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Telkom melihat pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN sebagai peluang optimalisasi aset dan membuka bisnis baru lewat layanan digital.