Pilkada DKI 2024: Gibran Masuk Bursa Calon Gubernur

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. - Antara
19 September 2021 08:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jakarta Research Center (JRC) memetakan para tokoh yang berpotensi mencalonkan diri di Pilkada DKI 2024.

Tiga sosok yang berpeluang bersaing untuk posisi calon gubernur adalah: Menteri Sosial Tri Rismaharini (35,5 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (28 persen) dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria atau Ariza (10,6 persen).

Selain tiga nama itu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menduduki posisi keempat dengan elektabilitas turun dari 7,8 persen menjadi 5,6 persen.

Adapun, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno menduduki posisi kelima juga turun dari 4,9 persen menjadi 3,1 persen.

Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta, Sabtu (18/9/2021), menyatakan lima nama calon bursa yang kuat tersebut memiliki latar belakang sebagai kepala daerah, namun Ariza unggul sebagai Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

“Ariza memiliki pengalaman panjang bertarung secara elektoral, dua kali merebut kursi sebagai anggota DPR, dan didukung mesin politik Gerindra,” ujar Alfian.

Ariza menjadi figur yang patut diperhitungkan untuk memimpin Jakarta ke depan, karena tampil lebih elegan dalam komunikasi politik dengan selalu hadir pada rapat bersama DPRD.

Nama lain yang masuk dalam bursa cagub DKI Jakarta, yakni politisi muda Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas (1,8 persen), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (1,5 persen), Wali Kota Bogor Bima Arya (1,3 persen) serta Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (1,3 persen).

Selanjutnya, anggota DPR dari NasDem Ahmad Sahroni (1,0 persen), politisi Betawi Abraham Lunggana atau Haji Lulung (0,8 persen), komedian dan politisi PAN Eko Patrio (0,5 persen) serta mantan politisi PKS yang kini memimpin Partai Gelora, Triwisaksana (0,3 persen).

JRC menggelar survei secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta dengan metode survei (multistage random sampling), memiliki "margin of error" sebesar 3,4 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen pada 7-14 September 2021.

 

Sumber : Antara