Bengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Ciu, Air Berwarna Hitam dan Berbau Menyengat

Petugas operasional intake IPA Semanggi, Purnomo, menunjukkan perbandingan kondisi air baku yang belum diolah sebelum tercemar dan yang sudah tercemar limbah alkohol, Selasa (7/9/2021) pagi. - Solopos/Nicolous Irawan
07 September 2021 12:57 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Air baku Sungai Bengawan Solo tercemar limbah industri alkohol. Akibatnya, Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo menghentikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Selasa (7/9/2021) pukul 06.00 WIB.

Air baku berwarna hitam, berbau menyengat, dan hasil pengolahannya tidak sesuai baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Petugas operasional intake IPA Semanggi, Purnomo, mengaku air berbau menyengat khas ciu sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Videonya Viral di Medsos, 2 Maling Pakai Celana Dalam di Masjid Akhirnya Tertangkap

“Saya tahunya pagi, kemudian lapor ke kantor dan keputusannya untuk menghentikan operasional IPA. Ini menjadi masalah rutin setiap musim kemarau,” kata dia, Selasa pagi.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul, mengatakan kondisi tersebut rutin terjadi di musim kemarau. Debit dari hulu yang mengecil tak bisa mengurai polutan sehingga air baku tidak bisa diolah.

Belum Ada Solusi Nyata

Ia memprediksi persoalan ini bakal berlangsung hingga Oktober mengingat belum ada solusi nyata bagi industri alkohol yang membuang limbah ke Sungai Bengawan Solo.

“September-Oktober ini kan puncak musim kemarau, sehingga persoalannya bakal terus ada sampai hujan datang. Kami langsung melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Persoalan ini sudah terjadi sejak 2018 dan terus berulang,” kata dia.

Baca juga: Ini 3 Kota yang Digaungkan Kemenparekraf untuk Wisata Kesehatan

Saat ini, air bersih hasil olahan yang ditampung di reservoir hanya cukup untuk didistribusikan hingga Selasa petang. Jika kondisi itu berlanjut, warga dalam cakupan layanan IPA Semanggi akan mendapatkan gelontoran air bersih dari truk tangki. Kapasitas IPA Semanggi sekitar 60 liter/detik.

Warga yang terdampak mencapai 4.800an pelanggan di Kecamatan Pasar Kliwon, seperti, sebagian Kelurahan Semanggi dan Mojo serta sebagian Kelurahan Sangkrah dan Gajahan. Pihaknya menurunkan tekanan pompa dari 1.500 rpm menjadi 1.300 rpm sehingga debit air yang mengalir ke pelanggan lebih kecil.

“Harapannya Selasa siang bisa mengolah lagi agar pelanggan tidak terganggu. Tampungan air di reservoir masih cukup untuk 6-8 jam di tekanan 1.500 rpm, dihitung dari penghentian operasional IPA jam 06.00 WIB. Kalau sampai siang atau bahkan sore tidak bisa diolah, pelanggan jelas terganggu,” ungkap Bayu.

Ia menambahkan kondisi tersebut juga membuat ikan-ikan Sungai Bengawan Solo mabuk atau mengalami bladu, sehingga menyembul ke permukaan. Fenomena itu terjadi dua hari terakhir. Warga sekitar biasanya langsung menangkapi ikan-ikan penghuni Sungai Bengawan Solo itu baik untuk dijual maupun untuk konsumsi sendiri.

Sumber : Solopos.com