Advertisement
PFN Akan Diubah Jadi Lembaga Pembiayaan Perfilman
Salah satu cuplikan dari film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" / "Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash" (2020) yang disutradarai Edwin. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah sepakat untuk mengubah Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan bagi industri film nasional.
Dalam sebuah seminar daring, Minggu (29/8/2021), Menteri BUMN Erick Thohir serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bakal mengubah BUMN di bidang perfilman itu untuk menjadi lembaga penyaluran pembiayaan film, termasuk untuk mendanai para sineas nasional.
Advertisement
BACA JUGA : 1.000 Pekerja Film di Jogja Akan Disuntik Vaksin Covid-19
"Seperti yang sudah saya konsultasikan dengan Menparekraf Sandiaga Uno sejak awal, PFN tidak boleh lagi sebagai pembuat film. Biarkan saja anak-anak muda Indonesia yang membuat film," ujarnya seperti dilansir Antara.
Erick menyatakan pemerintah sedang berupaya mencari model yang baik agar PFN dapat menjadi lembaga pembiayaan. Pasalnya, pendanaan merupakan salah satu permasalahan dalam industri perfilman Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga menyampaikan dukungannya terhadap rencana perubahan ini. Dia menyatakan siap berkolaborasi dengan Erick pada tahun depan.
"Kolaborasi tidak hanya terjadi di dunia usaha, kolaborasi juga bisa dilakukan di pemerintahan bahwa PFN kami kasih suatu keleluasaan untuk mengelola dana pembiayaan film. Misalnya, Rp300 miliar untuk memberikan pendanaan kepada film-film yang memiliki potensi luar biasa," tutur Sandiaga.
BACA JUGA : Majalah Matajendela, TBY Suguhkan Yogya Kota Sinema
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan perubahan PFN menjadi lembaga keuangan perfilman akan ditandai dengan masuknya lembaga tersebut ke klaster jasa keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Layanan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026 M
- Jalur Trans Jogja, Selasa 6 Januari 2026
- Salip TikTok, Reddit Jadi Media Sosial Terpopuler Keempat di Inggris
- Agenda Event, Konser dan Olahraga, 6 Januari 2026
- PSS Sleman Takluk, Ansyari Akui Tekanan Kendal Tornado
- MBG Kulonprogo 2025 Capai 92 Persen, Dilanjutkan 8 Januari
- Bukan Rossi atau Marquez, Lorenzo Sebut Pedrosa Rival Paling Dibenci
Advertisement
Advertisement




