Advertisement
Agustus 2021, Harga Sepeda Anjlok Drastis
Sejumlah pesepeda memacu kecepatan saat berlangsung uji coba pemberlakuan lintasan road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Minggu (23/5/2021). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelaku industri sepeda menyebut PPKM menambah tekanan pada tren pembelian sepeda yang melandai sejak booming tahun lalu.
Ketua Forum Pengusaha Industri Sepeda Indonesia (Fopsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan akibatnya banyak produsen dan penjual yang kini sudah menurunkan harga. Menurut Eko, jika tahun lalu sepeda lipat rerata di atas Rp2 juta sekarang sudah turun di bawah Rp2 juta.
Advertisement
"Sekarang sepi sekali sejak PPKM ini di pasar juga sangat sepi, jadi banyak produsen downgrade spek [spesifikasi] untuk menyesuaikan dengan daya beli. Harga sepeda turun bervariasi ada yang sudah sampai 40 persen," katanya kepada Bisnis, Senin (23/8/2021).
Eko menyebut dengan kondisi tersebut, saat ini pengusaha hanya berharap Covid-19 segera dikendalikan dan masyarakat bisa beraktivitas kembali. Pengusaha mematok penjualan nasional pun di level sangat pesimistis atau bakal turun 50 persen dari perolehan tahun lalu.
Menurut Eko tahun lalu penyerapan produk sepeda mencapai lebih dari 7 juta unit. Artinya, jika tahun ini penjualan sepeda bisa berada di level 3,5 jutaan saja maka kinerja masih terbilang baik untuk para produsen maupun importir.
"Satu hal yang paling akan mendorong permintaan sepeda jika aktivitas mulai bisa dilonggarkan dan fasilitas umum banyak dibuka. Makanya saya sangat berharap sekali PPKM nanti bisa direlaksasi lebih baik sehingga masyarakat bisa kembali keluar," ujar Eko.
Selain itu, Eko menyebut faktor utama penyerapan sepeda tentu daya beli yang saat ini semakin terpukul. Namun, tentu saja untuk faktor tersebut hanya bisa diatasi jika perekonomian kembali pulih.
Sisi lain, Eko memaparkan kondisi impor sepeda sendiri saat ini juga telah banyak yang melakukan pembatalan order. Hal itu, dikarenakan ekspektasi awal tahun tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi saat ini.
"Sementara di luar negeri masih banyak yang peminatnya tinggi untuk sepeda ini makanya order dari Indonesia dialihkan dulu ke negara lain daripada jadi stok di sini," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kemenhub Ramp Check 60.946 Bus Lebaran, 7.131 Armada Dilarang Jalan
- Jadwal Haji 2026 Tetap Aman di Tengah Ketegangan Global AS-Iran
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di DIY: Jalur Tempel dan Tol Padat
- Puncak Arus Balik 2026: 120 Ribu Kendaraan Bakal Padati GT Cikatama
- Menkes Budi Gunadi Puji Penurunan Angka Kecelakaan Mudik 2026
- Kondisi Pantai Gunungkidul Aman dan Nihil Insiden, SAR Tetap Siaga
- Puncak Arus Balik 2026: 283 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Hari Ini
Advertisement
Advertisement







