Advertisement
Proyek Kereta Bandara, 22 Sertifikat Lahan Terdampak Diserahkan
Penyerahan sertifikat hasil pelepasan sebagian hak dari pengadaan tanah jalur kereta api Lintas Solo Balapan-Adi Soemarmo dilakukan di Balai Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (5/8/2021). - JIBI/Bayu Jatmiko Adi
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI – Sebanyak 22 sertifikat lahan yang telah mengalami pelepasan untuk proyek pembangunan jalur kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo, diserahkan, Jumat (6/8/2021). Total ada 224 sertifikat lahan yang terdampak proyek tersebut di wilayah Boyolali dan sebagian besar sertifikatnya sudah diserahkan.
Menurut Petugas Bagian Bantuan Teknis Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarmo dan Stasiun Solo Balapan Balai Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Ambarwati, untuk wilayah Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terdapat 29 warga yang diundang untuk menerima sertifikat lahannya. Namun hanya 22 warga yang bisa hadir. Penyerahan sertifikat dilakukan di Kantor Balai Desa Dibal, pada Kamis pagi.
Advertisement
BACA JUGA : Cuma 36 Menit, Kereta Bandara YIA Siap Beroperasi 17 Agustus 2021
“Hari ini [Jumat] adalah penyerahan sertifikat hasil pelepasan sebagian hak. Dari pengadaan tanah jalur KA Bandara Lintas Solo Balapan-Adi Soemarmo yang ada di Kabupaten Boyolali. Ada 29 undangan yang kami sebar, yang mengambil ada 22. Untuk tahap ini Khusus yang di Dibal,” kata dia, Jumat (6/8/2021).
Disebutkan lahan-lahan tersebut merupakan lahan yang terkena proyek pembangunan jalur KA Bandara Adi Soemarmo. Luas lahan yang terdampak proyek dari setiap bidang lahan itu beragam.
Setelah dilakukan pelepasan sebagian hak, kemudian terbit sertifikat baru dari lahan yang tersisa. Lahan yang terkena proyek pembangunan ada yang berupa tanah sawah dan ada yang berupa pekarangan.
Dia menyebutkan untuk wilayah Boyolali, total ada 224 sertifikat yang diterbitkan. Dari jumlah itu tinggal 95 sertifikat yang masih dalam proses penerbitan. Kemudian nantinya akan diserahkan kepada warga yang bersangkutan. Lahan warga yang terdampak tersebut di antaranya ada di wilayah Sawahan, Dibal , Pandean, Donohudan, Sindon dan Ngesrep. Semuanya di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
BACA JUGA : Pastikan Kesiapan Stasiun Bandara YIA, Uji Coba Rel Kembali Dilakukan
Salah satu warga penerima sertifikat dari Desa Dibal, Sudarno, mengatakan ada satu bidang lainnya yang terdampak pembangunan jalur KA Bandara Adi Soemarmo. “Sertifikat yang dibagikan ini adalah sertifikat sisa lahan yang terdampak. Lahan saya kena 251 [meter persegi],” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT Bupati Cilacap, 13 Orang Digelandang KPK ke Jakarta
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Kuota Haji: Yaqut Diduga Terima Fee Percepatan
- Iran Prediksi Perang Timur Tengah Berakhir Sebelum Nowruz
- Google Maps Hadirkan Ask Maps, Chat AI untuk Cari Lokasi
- Libur Lebaran, Gunungkidul Targetkan PAD Wisata Rp1,7 Miliar
- Parlemen AS Nilai FIFA "Merampok" Suporter dengan Harga Tiket Mahal
- Jelang Lebaran, Produsen Oleh-oleh Kulonprogo Tambah Produksi
- Jersey Tandang Brasil 2026 Terinspirasi Jaguar dan Anaconda
Advertisement
Advertisement








