Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta, Luhut Ditemani Anies

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
05 Agustus 2021 16:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau pembangunan Sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana induk atau masterplan pengendalian banjir di Jakarta sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mengendalikan banjir mulai dari hulu hingga di hilir.

“Jadi sodetan itu tinggal 600 meter lagi kurangnya, kita targetkan dengan PUPR dan diharapkan selesai ditahun 2022 di kuartal ke-3, jadi lebih cepat dari target sebelumnya,” kata Luhut dalam keterengan resmi, Rabu (4/8/2021).

BACA JUGA : Perjalanan KA Terganggu karena Banjir Jakarta, KAI Daop 6

Dalam kunjungannya kali ini, Luhut didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, saat ini mulai melanjutkan pembangunan Sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Di wilayah hulu sedang dibangun Bendungan Ciawi yang direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39,40 hektare dengan biaya pembangunan sebesar Rp798,7 miliar.

Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.

BACA JUGA : Banjir Jakarta Renggut Lima Nyawa

Diharapkan, progres pembangunan Bendungan Ciawi yang kini mencapai 79 persen, bisa mereduksi banjir sebesar 111,75 m3/det. Selain Bendungan Ciawi, tengah dibangun pula Bendungan Sukamahi dengan volume tampung sebesar 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektar.

Terbangunnya Bendungan Sukamahi akan mereduksi banjir sebesar 15,47 m3 /det dimana saat ini progresnya telah mencapai 81,08 persen.

Sementara itu, di wilayah hilir Jakarta dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung oleh BBWS Ciliwung Cisadane Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

Penyelesaian penambahan pintu air Manggarai dan Karet yang dilanjutkan dengan penyelesaian pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur juga telah dilakukan.

Adapun, Sodetan Sungai Ciliwung ke KBT, terdiri dari tiga bangunan utama yaitu Inlet, terowongan pembawa, dan Outlet. Tiga bangunan ini direncanakan akan mengalirkan debit banjir dari sungai Ciliwung sebesar 60,00 m³/det ke Kanal Banjir Timur.

Dengan dibangunnya dua bendungan serta Sodetan Kanal Banjir Timur, maka debit di Pintu Air Manggarai hanya berkisar 517,05 m³/det. atau sekitar 11,9 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia