Viral Influencer Dapat Vakasinasi Dosis Ketiga, Kemenkes Turun Tangan

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di GOR Pangadegan, Jakarata, Kamis (10/6/2021). Kementerian Kesehatan memulai program vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang menyasar sekitar 4,8 juta penduduk wilayah DKI Jakarta pada kelompok usia minimal 18 tahun. Vaksinasi tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2021. Bisnis - Fanny Kusumawardhani
28 Juli 2021 22:17 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Seorang influencer diduga sudah mendapatkan suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19. Malahan, influencer itu disinyalir mendapatkan fasilitas vaksinasi dosis ketiga di gedung DPRD DKI Jakarta.

Kabar itu dibagikan oleh Cathy Djaya melalui akun twitter pribadinya @cathydjaya pada Rabu (28/7/2021). Cathy turut melampirkan tangkapan layar story instagram milik influencer tersebut. 

“Temen w cerita (di IG) kalau ada influencer yang dapat vaksin dosis ketiga. Influencer, bukan Nakes,” cuit Cathy. 

Dalam cuitannya itu, Cathy turut menyoroti logo DPRD DKI Jakarta yang terekam dalam story influencer tersebut. 

Menurut Cathy, influencer itu memiliki pengikut kurang dari 20 ribu orang. Dia, kata Cathy, banyak berkhotbah tentang Tuhan dalam media sosialnya. Selain itu juga aktif dalam kegiatan nirlaba.

Mau merek apapun, apakah bijaksana untuk menerima vaksin dosis ketiga di Indonesia di saat persentase penduduk Indonesia yang sudah divaksin sebanyak dua kali masih termasuk rendah,” cuit Cathy. 

Belakangan, Kementerian Kesehatan tengah menelusuri dugaan pemberian vaksin dosis ketiga tersebut kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya langsung mengecek informasi yang terlanjur viral di tengah masyarakat. 

Ini sedang kita cek ya di DKI ya,” kata Siti melalui pesan tertulis. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program vaksinasi ketiga (booster) hanya diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes). Menurutnya, hal itu dikarenakan target vaksinasi nasional belum tercapai sehingga prioritas diberikan kepada nakes yang bekerja di garis terdepan dalam penanganan Covid-19. 

“Penting untuk kita pahami, vaksinasi ke-3 ini hanya diberikan kepada nakes karena mereka yang setiap bertemu dengan virus Covid-19,” katanya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Perekonomian RI, Jumat (9/7/2021).

Menkes Budi juga mengakui telah mengantongi rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sebagai penasihat independen untuk melaksanakan program tersebut.

Sumber : Bisnis.com