Advertisement

Bangunan Rumah Perlu Didesain Berbasis Pencegahan Virus Corona

Sunartono
Sabtu, 24 Juli 2021 - 12:37 WIB
Sunartono
Bangunan Rumah Perlu Didesain Berbasis Pencegahan Virus Corona Pakar bidang arsitektur asal Jogja Saifudin Mutaqi dan Suparwoko dalam suatu diskusi daring. - ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi global dengan adanya pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap penerapan sejumlah disiplin ilmu di lapangan, salah satu arsitektur. Sejumlah pakar kini mulai mempertimbangkan pentingnya desain arsitektur bangunan suatu rumah kini harus mulai memperhatikan untuk pencegahan penularan virus corona. Hal itu terungkap dalam Kuliah Umum Daring Magister Arsitektur UII bertajuk Real Estate; Respons Lonjakan Covid-19.

Salah satu pakar arsitektur di Jogja sekaligus Ketua IAI DIY Achmad Syaifudin Mutaqi menilai para ahli mau tidak mau harus menjadikan kondisi Covid-19 ini sebagai suatu peluangan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Arsitektur menjadi disiplin ilmu yang ikut berkembang dengan adanya pandemi, mengingat desain rumah atau bangunan sangat memungkinkan untuk mempertimbangan pencegahan penularan virus corona.

BACA JUGA : Desain Rumah Ini Masih Jadi Primadona untuk Kalangan

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Saya melihat bahwa setiap ada musibah pasti ada berkah. Seperti ini, saya tidak membayangkan properti di masa akan datang akan kembali seperti masa lalu tentu tidak demikian. Justru dengan adanya peristiwa corona kita harus belajar atas peristiwa itu, untuk bisa meningkatkan teknologi dalam penerapan desain arsitektur,” katanya dalam rilisnya Sabtu (22/7/2021).

Syaifudin Mutaqi mencontohkan terkait desain bangunan rumah dengan sirkulasi yang baik dengan menjadikan sejumlah referensi penelitian kesehatan tentang penyebaran virus corona. Ia menyarankan perlunya ditinjau ulang sejumlah desain untuk masa yang akan datang.

“Maka sirkulasi udara harus bagus, berdasarkan penelitian, suatu keadaan bumiditas tidak sukai corona, enggak suka di kelembapan antara 70 sampai 90 persen. Maka temperatur udara antara 20 sampai 25 itu tidak disukai, ini momenteum baik bisa meninjau ulang tentang desain dipersiapkan untuk masa akan datang,” katanya.

BACA JUGA : Cari Hunian Premium Berkonsep Rumah Tropis, Laguna

Ketua Program Studi Magister Arsitektur Suparwoko sepakat dengan perlunya ditinjau ulang desain dengan memperhatikan pencegahan Covid-19. Tujuannya adalah untuk menekan penyebaran virus corona. Isu desain ini tentu akan berkembang dengan berbagai segmen pasar, mulai dari kawasan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah, perhotelan, mall hingga perumahan kelas menengah ke atas.

“Kami sepakat bagaimana penyebaran virus ini bisa diturunkan, maka benar harus ada istilah re atau kembali, seperti redesain dan seterusnya. Kalau perumahan berapa bisnis muncul, di kelas menengah ke bawah seperti apa. Pola desain perumahan ini sangat menarik,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip Untuk Gelaran Indonesia International Series 2022

Jogja
| Minggu, 25 September 2022, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement