Ketum PBNU Desak PKB Sadarkan Kiai yang Tak Percaya Covid-19

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat acara Silaturahmi Kapolri ke PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (28/1/2021). - Antara\\r\\n
24 Juli 2021 15:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bergerak menyadarkan para kiai yang tidak percaya adanya Covid-19.

"Orang akan beranggapan NU tidak rasional, bahkan ada yang anggap Islam tidak rasional," kata Kiai Said saat memberikan tausiah pada Peringatan Hari Lahir ke-23 PKB yang dilaksanakan secara daring, di Jakarta, Jumat.

Said menegaskan PKB dan NU bersama-sama kepada kiai, tokoh dan warga NU untuk memberikan penyadaran soal Covid-19 dan pentingnya vaksinasi.

Lebih lanjut, Said mengatakan meski baru 23 tahun, PKB harusnya sudah menjadi partai 'tua' atau dewasa, karena berasal dari rahim PBNU yang telah berusia 96 tahun.

Oleh karenanya, orang bakal lihat PKB itu harusnya sudah matang yang harus bisa menentukan kebijakan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Selama PKB tidak dipisahkan dari NU, Insyaallah PKB akan kuat dan semakin jaya serta bermanfaat," kata Said.

Kiai Said mengutip Surah Al-Ashr. Dikatakannya, masa dalam ayat pertama menjadi salah satu fase penting dalam perjalan hidup kita. Oleh karena itu, manusia tidak boleh santai. Dia juga mengingatkan PKB tidak boleh lengah dan santai dalam era saat ini. PKB tidak boleh menyia-nyiakan waktu hingga bisa tersalip.

"Makanya Allah SWT mengingatkan jika waktu berjalan cepat. Begitu kita lengah maka rasakan akibatnya," kata Kiai Said.

Begitu juga NU, tidak boleh lengah dan ketinggalan serta merasa puas.

Selanjutnya Kiai Said ingatkan PKB untuk berbenah menghadapi perubahan zaman, apalagi di era 5.0 saat ini. "PKB harus gaspol dan gigi lima untuk tuntutan saat ini," ujar Kiai Said.

Sumber : Antara