Manchester City Kalah dari Brighton, Arsenal Berpeluang Rebut Puncak
Manchester City kalah 0-1 dari Brighton di Etihad. Arsenal berpeluang merebut puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027.
Selter isolasi Covid-19 yang disediakan Universitas Muhammadiyah Kudus, Jawa Tengah./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif
Bisnis.com, KUDUS - Pengendalian penularan Covid-19 di Kudus melalui pembatasan ketat pergerakan masyarakat dinilai berhasil dan bisa dicontoh daerah lain.
Bupati Kudus Hartopo dalam laporannya kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Hartopo mengatakan jika angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus kian hari kian melandai.
"Perlu kami laporkan bahwa angka persebaran covid-19 di Kabupaten Kudus cenderung melandai. Angka covid sekarang ini menurun signifikan hingga diangka 469, tingkat kematian terupdate hari ini [Senin (19/7/2021)] satu," terangnya.
Bupati mengikuti koordinasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah beserta jajaran Forkopimda Kudus, Sekda dan para asisten, serta Kepala OPD terkait secara virtual, Senin (19/7). Dalam acara tersebut, dilaporkan juga tentang ketersediaan fasilitas kesehatan serta penunjangnya.
"Untuk saat ini, pengisian bed occupancy rate (BOR) rumah sakit mencapai 24 persen, ruang ICU 55 persen. Sementara untuk ketersediaan oksigen dipastikan aman," jelasnya.
Adapun untuk ketersediaan vaksin sinovac di semua fasilitas kesehatan di Kudus ada 2.322 dosis kedua. Ada kekurangan 60.000 dosis.
"Harapan kami segera ada droping vaksinasi untuk Kudus mengingat semua perusahaan maupun universitas sudah siap memberikan fasilitas dan mobilisasi masa serta bantuan SDM-nya," harapnya.
Hartopo juga melaporkan status kabupaten Kudus yang terjadi perbedaan terkait zonasi.
"Terakhir, kami melaporkan terkait belum adanya perubahan zonasi di kabupaten Kudus, masih terjadi perbedaan antara pusat dan provinsi. Jika di provinsi, Kudus sudah zona oranye, namun beda halnya di pusat yang masih zona merah," ungkapnya.
Dalam menindaklanjuti arahan Kementerian Agama, Bupati Kudus beserta unsur Forkopimda Kudus terus memantau aktivitas masyarakat dalam PPKM Darurat.
"Melalui Kades dan Babinsa ataupun Bhabinkamtibmas, aktivitas masyarakat dalam PPKM Darurat terus kami pantau. Upaya pembatasan mobilitas masyarakat juga kami lakukan di perusahaan agar menerapkan wfh bagi karyawanya untuk membatasi kapasitas pekerja," jelasnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan jika selama penerapan PPKM Darurat dilakukan upaya membatasi mobilitas masyarakat melalui kebijakan yang diterapkan.
"Kebijakan-kebijakan yang diterapkan selama PPKM Darurat rasa-rasanya membuahkan hasil, melalui penyekatan jalan, gerakan sehari di rumah saja, dan lainya memiliki dampak yang signifikan, sangat bagus bagi pengurangan mobilitas masyarakat di Jawa tengah," ucapnya.
Gubernur mengatakan jika kabupaten Kudus layak dijadikan contoh dalam menangani penyebaran Covid-19.
"Walaupun digebuki tiap hari, tapi Kudus dapat menunjukkan hasil yang sangat bagus, bisa mencegah penyebaran covid lebih luas lagi. Langkah Kudus ini perlu dicontoh oleh kabupaten/kota lainya," tegasnya
Ganjar juga meminta Kabupaten Kudus untuk siap membantu kabupaten/kota tetangga dalam pemenuhan fasilitas kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Manchester City kalah 0-1 dari Brighton di Etihad. Arsenal berpeluang merebut puncak klasemen Liga Inggris 2026/2027.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.