Apa Kabar Olimpiade Tokyo?

Olimpiade Tokyo 2020 - ist/jrailpass.com
19 Juli 2021 16:47 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu sponsor utama Olimpiade Tokyo, Toyota Motor Corp memutuskan untuk menarik iklan mengenai Olimpiade di televisi Jepang. 

Dilansir dari Hollywood Reporter, Media di Jepang menuturkan pada Senin (19/7/2021), kebijakan ini ditempuh karena perusahaan manufaktur mobil tersebut khawatir kegiatan ini akan bermasalah di Jepang sehingga mengganggu citra positif perusahaan. "Olimpiade tak terlalu diminati publik," kata Public Relations Executive Toyota, Nagata kepada Japan Daily, Yomiuri, Senin. 

Dia juga mengungkapkan jika CEO Toyota Akio Toyoda dan eksekutif lain tidak akan datang pada Olimpiade Musim Panas di Tokyo yang akan dibuka pada 23 Juli 2021. 

Toyota berencana menayangkan iklan berseri di Jepang berkaitan dengan atlet-atlet Olimpiade yang didukung perusahaan tersebut. Sekarang, para analisis Jepang akan melihat keputusan Toyota. Perusahaan raksasa Jepang ini diketahui sebagai sponsor lokal dalam pertandingan ini. Secara kolektif, beberapa perusahaan Jepang telah mengalokasikan dana sebesar US$3 miliar untuk menyonspori Olimpiade Tokyo. 

Kemungkinan perusahaan tersebut menarik diri untuk mendukung kompetisi tingkat dunia ini telah menjadi perbincangan selama berminggu-minggu lantaran banyak dari penduduk Jepang yang menyerukan penundaan pertandingan. 

Gelaran tersebut dapat membawa Tokyo sebagai satu dari empat daerah dengan kasus varian Delta yang tinggi. Sebab publik menyadari jika pergelaran kompetisi ini yang dihadiri 10.000 atlet, perwakilan resmi dan wartawan dari berbagai dunia dapat membahayakan nyawa penduduk lokal. 

Panitia Olimpiade sementara melaporkan 25 kasus positif selama akhir pekan. Mereka adalah para pendatang yang akan hadir di acara tersebut, termasuk dua atlet dan satu pengelola yang menginap di desa lokasi Olimpiade, tempat ribuan orang akan berkumpul. Sementara seorang atlet angkat besi dari Ugandan dikabarkan pergi dari hotel dan diketahui berada di Oska. Adapun pihak pengelola berkata akan menjaga para atlet dan tamu tetap di sekitar lokasi penyelenggaraan Olimpiade. 

Dalam sebuah survei di media massa Asahi pada Senin, sebanyak 68% responden meragukan kemampuan para panitia dalam mengontrol penambahan kasus ini. Sementara 55% orang mengaku tak setuju acara tersebut diadakan. 

Adapun Olimpiade akan diselenggarakan dalam empat hari ke depan, setidaknya baru 20% dari masyarakat Jepang yang divaksin dalam menghadapi virus Corona. 

Sebelumnya, sejumlah sponsor telah mengalokasikan dana untuk iklan di televisi. Upaya ini untuk menarik perhatian massa saat perhelatan. Realitasnya, Olimpiade ini tak akan dihadiri penonton. 

15 Perusahaan di Jepang, termasuk Asahi Breweries, sponsor bir resmi di Olimpiade Tokyo, membayar US$135 juta untuk menjadi mitra Gold Tokyo 2020, paket termahal yang ditawarkan untuk perusahaan lokal. 

Sementara, Jepang dan pajak pemain yang diperkirakan dapat meraup lebih dari US$26 miliar untuk menyelenggarakan acara  ini. Jumlah tersebut termasuk dana tambahan karena kegiatan sempat ditunda. 

Saat Jepang mendapatkan mandat sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 pada 2013 lalu, pihak penyelenggara memperkirakan pendapatan dari para turis asing ini sekitar US$2 miliar untuk penjualan tiket, hotel, makanan dan merchandise. Namun, saat kebijakan pembatasan diterapkan, keuntungan yang akan diraup sebagai penyelenggara Olimpiade pun akhirnya pupus.

Sumber : Hollywood Reporter