Advertisement
Impor Tabung Gas & Oksigen Direlaksasi saat Tingginya Permintaan, Ini Dampaknya
Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko "Oxygen Rescue" di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit ibu kota, Minggu (4/7). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kebijakan pembebasan bea masuk untuk oksigen dan tabung oksigen, dinilai bisa mendorong penurunan harga produk tersebut. Namun demikian, pemerintah tetap perlu melakukan pengawasan demi menjamin konsumen mendapat harga yang sesuai.
“Pembebasan bea masuk dalam situasi darurat dibenarkan karena adanya kenaikan permintaan. Yang paling penting adalah pengawasan di hilir sehingga harga yang dibayarkan masyarakat tidak dipermainkan,” kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Minggu (18/7/2021).
Advertisement
Bhima juga menilai penetapan harga eceran tertinggi diperlukan sebagai acuan yang jelas. HET juga bisa menjadi instrumen yang membantu pengawasan barang beredar. Dengan demikian, penjual yang memasarkan produk di atas HET bisa dijerat dengan sanksi yang ditetapkan.
BACA JUGA : Agen Oksigen Berhenti Memasok Konsumen, Ini Alasannya
Dia mengatakan relaksasi impor bisa memberi jaminan tambahan pasokan, sembari menyiapkan industri di dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi untuk produk yang sudah dihasilkan tetapi belum optimal.
“Kenaikan permintaan oksigen akan direspons dengan produksi domestik yang lebih tinggi. Jika akhirnya pasokan oksigen melimpah, produsen dalam negeri juga memiliki peluang tambahan ekspor ke negara yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio menilai kebijakan pembebasan bea masuk barang-barang kritikal penanganan Covid-19 merupakan langkah yang tepat di tengah lonjakan permintaan. Meski demikian, dia juga mengatakan bahwa penetapan HET bisa berdampak positif dan negatif.
“Positifnya kita punya batas harga tertinggi, tetapi kita tidak tahu apakah harga bisa ditekan lagi. Pada akhirnya pemerintah bermain di margin keuntungan wajar yang bisa diperoleh penjual,” kata Andry.
BACA JUGA : Indonesia Impor Ribuan Generator Oksigen dari China
Efektivitas relaksasi impor terhadap pergerakan harga di dalam negeri, kata Andry, akan sangat tergantung pada seberapa banyak oksigen dan tabung oksigen dapat dipasok dari luar negeri dan seperti apa perkembangan permintaan di dalam negeri.
Menurutnya, kapasitas produsen dalam negeri untuk memproduksi oksigen medis tetap perlu didorong untuk mengoptimalisasi pasokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- KPK Duga Eks Sekdis CKTR Bekasi Terima Aliran Uang Bupati
- Kasus Wonokromo, Pemkab Bantul Kumpulkan Bendahara Kalurahan
- Jadwal KRL Solo Jogja, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY, Selasa 6 Januari 2026
- RSJ Grhasia Tangani Kecanduan Gawai pada Anak di 2025
- Jadwal KA Prameks, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Bantul, Selasa 6 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




