Korban Meninggal Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Jadi 36 Santri
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang
\r\nSebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3-20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial./Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyayangkan sebagaian besar institusi masih kurang dalam menaati protokol kesehatan dan pelaksanaan Work From Office (WFO), serta Work From Home (WFH).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan mayoritas institusi masih abai dalam menaati penggunaan masker, mencuci tangan, fasilitas hindari kerumunan.
BACA JUGA : Bupati Gunungkidul Serukan Salat Iduladha di Rumah
"Jadi kami memerlukan dukungan dari sektor ketenagakerjaan untuk selalu mengingatkan semua pelaku usaha, Disnaker untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," ujar Raditya dalam siaran pers, Sabtu (10/7/2021).
Dalam upaya pelaksanaan Posko di daerah berjalan baik dan terkendali, BNPB meminta dukungan Disnaker yang memiliki kewenangan pengaturan ketenagakerjaan mampu mendorong seluruh masyarakat, khususnya yang tergabung dalam kegiatan ketenagakerjaan bisa melaksanaan prokes sebaik-baiknya.
Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mendukung seluruh program pemerintah dalam mengatasi Covid-19. Menurutnya, fokus dalam penanganan kesehatan sangatlah penting.
BACA JUGA : Tempat Pemotongan Hewan Kurban di Bantul Meningkat Pesat, Bisa Sampai 2.500
"Kami percaya sekali bahwa untuk memulihkan ekonomi, kita harus membangkitkan kesehatan terlebih dahulu," ujarnya.
Namun, dia meminta kepada pemerintah agar izin operasional industri padat karya tetap dipertahankan.
Arsjad berpendapat walaupun roda ekonomi berjalan dengan lambat, itu masib lebih baik daripada sama sekali tidak berjalan. Tak lupa industri padat karya dalam beroperasi harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.