PDIP Sleman Gelar Sarasehan Kudatuli di Minggir, Perkuat Konsolidasi
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
Pelaksanaan vaksinasi di DPRD Kota Jogja. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Semangat masyarakat Jogja untuk mengikuti vaksinasi kian meningkat. Terbukti hamper Sebagian besar layanan vaksinasi dipenuhi masyarakat. Pemerintah diminta untuk menambah titik vaksinasi dengan memberdayakan sejumlah relawan kesehatan.
Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho mengamati, saat ini antusiasme masyarakat meningkat seiring dengan kenaikan kasus positif Covid-19. Terbukti sentra vaksinasi selalu dipenuhi antrean, salah satunya digelar di DPRD Kota Jogja pada 3-7 Juli 2021 lalu. Vaksinasi yang digelar parlemen ini, dari 3.030 dosis yang disediakan seluruhnya hadir dan bersedia untuk diberikan vaksinasi.
“Vaksinasi di DPRD Kota Jogja ini kemarin dibagi dalam empat gelombang dan 750 setiap tahapan, ini hampir semuanya hadir, warga rela antre. Kami melihat di tempat lain juga demikian banyak warga yang hadir dan minta untuk divaksin, artinya masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19 ini,” katanya Jumat (9/7/2021).
Ia menyarankan agar pemerintah menambah jumlah titik sentra vaksinasi sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa dilayani. Proses pendaftaran bisa dilakukan dengan sistem online, sehingga masyarakat harus dating sesuai jadwal. Jika tidak dating sesuai jadwal sebaiknya tidak dilayani demi mencegah terjadinya kerumunan.
Politikus PKS ini menyadari bahwa ada keterbatasan sumber daya manusia, apalagi saat ini banyak nakes yang terpapar Covid-19. Jika memungkinkan bisa merekrut secara khusus relawan kesehatan dari beberapa perguruan tinggi.
“Semangat masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi ini harus difasilitasi, sehingga sentra-sentra itu perlu diperbanyak agar cakupannya lebih luas. Kita berharap herd immunity ini bisa tercapai,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengak uterus berupaya menambah sentra vaksinasi di Kota Jogja. Terkait keterbatasan SDM di Puskesmas karena banyak Nakes terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Jogja bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi ilmu kesehatan dan kedokteran. Harapannya dengan memberdayakan mahasiswa tingkat akhir dapat membantu percepatan vaksinasi untuk anak.
“Kami berhitung tenaga, sekarang Puskesmas banyak terpapar, saat ini berupaya dengan institusi pendidikan untuk mencari sukarelawan untuk membantu vaksinasi. Terutama untuk mahasiswa yang memiliki fakultas Kesehatan dan kedokteran seperti Stikes, UII, UAD dan lain-lain,” ucapnya.
Emma menambahkan terkait kesiapan fasilitas vaksinasi anak, saat ini sedang dalam proses pembuatan aplikasi pendaftaran bersama Dinas Kominfo. “Kami Bersama Kominfo sedang membuat semacam aplikasi untuk pendaftaran vaksinasi anak secara online, saat ini baru proses. Harapannya kalau sudah mendaftar online itu datang dan ditepati, kalau misalnya buka untuk 1.000 orang itu kan sudah kami siapkan segala sesuatunya untuk 1.000 orang, sesuai jam-nya juga agar tidak menimbulkan kerumunan seperti antrean,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.