Siap-Siap ya, Vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 Tahun Segera Dimulai

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara
29 Juni 2021 12:27 WIB Aprianus Doni Tolok, Mutiara Nabila, Hendra Wibawa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia akan memulai vaksinasi Covid-19 untuk usia 12 tahun-17 tahun guna menekan laju penularan virus corona pada anak remaja.

Presiden Joko Widodo menyatakan perluasan vaksinasi Covid-19 itu menyusul izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk vaksin Sinovac kepada anak-anak usia 12 tahun-17 tahun.

“Kita harus bersyukur BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12-17 tahun,” katanya dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (28/6).

Presiden mengimbau para orang tua untuk tidak ragu mendaftarkan anak atau sanak saudaranya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga tidak bosan mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

“Sekali lagi saya juga ingatkan agar tinggallah di rumah selama tidak ada kebutuhan yang mendesak,” kata Jokowi.

Sebelumnya, BPOM telah memberikan rekomendasi pemberian vaksin covid-19 Sinovac untuk anak usia 12 hingga 17 tahun. Rekomendasi itu tercatat dalam Surat No. RG.01.02.322.06.21.00169/T mengenai Hasil Evaluasi Khasiat dan Keamanan Komite Nasional Penilai Obat.

Surat ditandatangani Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Dra Togi Junive Hutadjulu Apt MHA ditujukan kepada PT Bio Farma sebagai produsen vaksin Corona di Indonesia.

Berdasarkan surat tersebut, BPOM merekomendasikan untuk menerima penggunaan vaksin Covid-19 pada anak usia 12 tahun hingga 17 tahun dengan dosis 600 SU/0,5 mL (medium dose).

Presiden juga mengapresiasi pencapaian vaksinasi Covid-19 nasional yang menyentuh 1,3 juta dosis pada 26 Juni 2021.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas capaian 1,3 juta vaksinasi pada hari Sabtu 26 Juni yang lalu,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa realisasi vaksinasi itu lebih cepat dari target 1 juta vaksinasi per hari yang ditetapkan mulai Juli 2021.

Menurutnya, pencapaian tersebut berkat kerja keras semua pihak terkait terutama Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, pemda, BUMN, dan pihak swasta.

Kepala Negara pun meminta agar target 1 juta vaksinasi setiap hari secara konsisten bisa tercapai hingga akhir Juli 2021 dan bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat pada bulan selanjutnya atau Agustus 2021.

“Dan dapat ditingkatkan dua kali lipat pada Agustus 2021 yaitu mencapai 2 juta dosis per hari,” ujarnya.

Dalam perkembangan lain, #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama dengan fokus pada anak dan remaja. Kampanye ini dilakukan mengingat tingginya daya penularan varian baru virus Covid-19 yang mengancam kelompok usia anak yaitu 0 tahun-18 tahun.

#MediaLawanCovid19 adalah sebuah inisiatif bersama kalangan media untuk menyebarkan berbagai konten edukatif secara masif dalam upaya memerangi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Inisiatif itu diikuti oleh sekitar 100 jaringan media nasional dan daerah dalam berbagai platform, yaitu televisi, radio, media cetak, media siber serta media sosial.

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan proporsi yang terpapar di kelompok usia anak ini cukup besar. Dari total kasus Covid-19 di Indonesia, sebanyak 12,6% atau 250.000 berasal dari kelompok usia anak.

Proporsi terbesar berada pada kelompok usia 7 tahun-12 tahun yaitu 28,02%, diikuti oleh kelompok usia 16 tahun-18 tahun atau 25,23% dan 13 tahun-15 tahun atau 19,92%.

Berdasarkan persentase angka kematian, yang tertinggi justru berada pada kelompok umur 0-2 tahun (0,81%), diikuti oleh kelompok usia 16-18 tahun (0,22%) dan 3-6 tahun (0,19%).

CUKUP RAWAN

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B. Pulungan memaparkan rawannya penularan virus Covid-19 pada kelompok usia anak.

Menurutnya, sebanyak satu dari delapam kasus Covid-19 adalah anak. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 3%-5% di antaranya meninggal dunia, dan separuhnya adalah balita.

Penambahan kasus positif Covid-19 ini sesungguhnya mencapai puncaknya pada Januari 2021 dan sempat mengalami penurunan hingga April 2021. Namun, perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan trennya kembali mengalami kenaikan pada Mei 2021, seiring dengan kian menyebarnya varian-varian baru Covid-19.

Sejumlah penelitian menyebutkan, varian-varian baru virus Covid-19 memiliki daya penularan lebih tinggi dibanding virus Covid-19 awal.

Dari empat varian baru yang berkembang, varian Delta asal India dinyatakan sebagai paling berbahaya, dengan daya tular 97% lebih tinggi. Diikuti oleh varian Gamma (Brasil) 38%, Alpha (Inggris) 29%, dan Beta (Afrika Selatan) 25%.

IBU HAMIL
Pemerinta telah memberikan rekomendasi untuk melakukan vaksinasi remaja 12-17 tahun dan ibu hamil. Namun, untuk pelaksanaannya masih harus menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah ada rekomendasi untuk anak 12-18 tahun.

“Kita masih tunggu keputusan final. Semoga bisa segera kita berikan vaksinasi usia 12 tahun ke atas,” ujarnya, Senin (28/6/2021).

Sementara itu, untuk ibu hamil masih belum ada keputusan untuk bisa vaksinasi, namun sudah ada rekomendasi juga dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI). Oleh karena itu, sambil menunggu, agar tetap melakukan pencegahan.

Sampai sekarang, pemerintah terus mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Adapun, jika mau ditambah jadi 5M sangat diajurkan dengan menghindari kerumunan dan meminimalisir mobilitas.

“Makin banyak usaha yang kita lakukan lebih baik. Ditambah upaya dengan rajin semprot disinfektan, makan bergizi seimbang.,” imbuh Reisa.

Untuk ibu hamil, sembari menantikan vaksin, agar menghindari penularan dengan hindari tempat berisiko tinggi, ketahui kasus di lingkungan, terutama yang tinggi kasus seperti di DKI Jakarta.

Adapun, untuk pemeriksaan rutin, usahakan lakukan reservasi, dan kunjungi dokter khusus kandungan. Lakukan pendaftaran secara daring supaya tidak terlalu lama di RS atau faskes, dan apabila kondisi darurat, pilih tempat yang berbeda jalur dengan pasien Covid-19.

“Kita masih tunggu teknis pelaksanaannya [vaksinasi ibu hamil], syaratnya juga gimana, itu harus atas persetujuan dokter Obgin masing-masing,” imbuh Reisa.

Terkait vaksinasi anak, untuk usia 0-18 Reisa mengungkapkan sudah ada beberapa negara yang sudah uji klinik dan sudah selesai. Namun, di Indonesia baru yang sampai 12 tahun.

“Karena ada yang usia 3-12 tahun sudah, tapi belum cukup jumlahnya sampai dengan standar internasional. Jadi sementara belum,” jelasnya.

Agar semua terlindungi, khususnya untuk menvcegah klaster keluarga, dianjurkan agar seluruh anggota keluarga segera divaksinasi, untuk melindungi orang yang belum bisa vaksin.

“Manfaatkanlah program vaksin saat ini yang sudah bebas, tinggal bawa KTP ke sentra terdekat untuk dapat segera divaksin,” tambahnya.

Sumber : bisnis.com