Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Tangkapan CCTV terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026)/JIBI/Bisnis/Anshary Madya
Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya perbedaan inisial nama terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras yang dirilis oleh pihak kepolisian dan Mabes TNI. Perbedaan temuan lapangan tersebut akan diselesaikan melalui proses sinkronisasi data dan analisis rekaman CCTV.
Sebagaimana diketahui, Mabes TNI mengungkap ada empat prajurit yang menjadi terduga pelaku penyiraman air keras. Mereka yakni, NPD (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu) dan ES (Serda) dari satuan Denma BAIS TNI. Sementara itu, inisial pelaku yang dirilis Polda Metro Jaya yaitu BHC dan MAK. Dua orang ini diduga sebagai eksekutor penyiraman air sebagaimana rekaman CCTV yang telah dianalisis kepolisian.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI terkait perbedaan inisial pelaku ini. "Tentunya kami dari PMJ maupun nanti bersama-sama dengan TNI juga akan mengelaborasi temuan dari fakta penyelidikan maupun penyidikan," ujar Iman di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Iman menambahkan koordinasi ini merupakan wujud dari komitmen baik itu kepolisian maupun TNI dalam mengusut perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Iman menambahkan kasus penyerangan terhadap aktivis ini telah mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto agar bisa terungkap secara terang benderang. "Jadi kita sama sama punya komitmen, baik itu TNI, Polri, sebagaimana dengan arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengungkapan kasus ini dengan terang benderang, yang berdasarkan fakta hukum diperoleh dari proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh masing-masing," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.