Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Tangkapan CCTV terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026)/JIBI/Bisnis/Anshary Madya
Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya perbedaan inisial nama terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras yang dirilis oleh pihak kepolisian dan Mabes TNI. Perbedaan temuan lapangan tersebut akan diselesaikan melalui proses sinkronisasi data dan analisis rekaman CCTV.
Sebagaimana diketahui, Mabes TNI mengungkap ada empat prajurit yang menjadi terduga pelaku penyiraman air keras. Mereka yakni, NPD (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu) dan ES (Serda) dari satuan Denma BAIS TNI. Sementara itu, inisial pelaku yang dirilis Polda Metro Jaya yaitu BHC dan MAK. Dua orang ini diduga sebagai eksekutor penyiraman air sebagaimana rekaman CCTV yang telah dianalisis kepolisian.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI terkait perbedaan inisial pelaku ini. "Tentunya kami dari PMJ maupun nanti bersama-sama dengan TNI juga akan mengelaborasi temuan dari fakta penyelidikan maupun penyidikan," ujar Iman di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Iman menambahkan koordinasi ini merupakan wujud dari komitmen baik itu kepolisian maupun TNI dalam mengusut perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Iman menambahkan kasus penyerangan terhadap aktivis ini telah mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto agar bisa terungkap secara terang benderang. "Jadi kita sama sama punya komitmen, baik itu TNI, Polri, sebagaimana dengan arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengungkapan kasus ini dengan terang benderang, yang berdasarkan fakta hukum diperoleh dari proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh masing-masing," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.