110 Investor dan Family Office Asia Tertarik dengan PFII
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Tangkapan CCTV terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026)/JIBI/Bisnis/Anshary Madya
Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya perbedaan inisial nama terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras yang dirilis oleh pihak kepolisian dan Mabes TNI. Perbedaan temuan lapangan tersebut akan diselesaikan melalui proses sinkronisasi data dan analisis rekaman CCTV.
Sebagaimana diketahui, Mabes TNI mengungkap ada empat prajurit yang menjadi terduga pelaku penyiraman air keras. Mereka yakni, NPD (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu) dan ES (Serda) dari satuan Denma BAIS TNI. Sementara itu, inisial pelaku yang dirilis Polda Metro Jaya yaitu BHC dan MAK. Dua orang ini diduga sebagai eksekutor penyiraman air sebagaimana rekaman CCTV yang telah dianalisis kepolisian.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI terkait perbedaan inisial pelaku ini. "Tentunya kami dari PMJ maupun nanti bersama-sama dengan TNI juga akan mengelaborasi temuan dari fakta penyelidikan maupun penyidikan," ujar Iman di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Iman menambahkan koordinasi ini merupakan wujud dari komitmen baik itu kepolisian maupun TNI dalam mengusut perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Iman menambahkan kasus penyerangan terhadap aktivis ini telah mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto agar bisa terungkap secara terang benderang. "Jadi kita sama sama punya komitmen, baik itu TNI, Polri, sebagaimana dengan arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengungkapan kasus ini dengan terang benderang, yang berdasarkan fakta hukum diperoleh dari proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh masing-masing," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Putri Andriani Juficha, Miss Earth Indonesia 2025, meninggal dunia di usia 26 tahun. Berikut profil, pendidikan, dan prestasinya.
Persib Bandung hadapi Sabah FC di Bali dengan 14 pemain absen. Igor Tolic istirahatkan 7 pemain Timnas, Danijel Loncar belum siap. Laga pertama Training Camp
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Penelitian terbaru ungkap ChatGPT-4 mampu memprediksi kepribadian, pendapatan, hingga pendidikan manusia. Anehnya, pertanyaan berbasis astrologi buatan AI justr
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.