Indonesia Tengah Darurat Covid-19, Muhammadiyah Minta Setop Bahas Presiden Tiga Periode

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. - Antara
28 Juni 2021 16:07 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta para elite politik menghentikan sementara isu Presiden tiga periode di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

Dia menerangkan di tengah kondisi darurat, lebih bijaksana apabila para elite menghentikan kegaduhan tentang isu presiden tiga periode.

"Hentikan isu itu dan biarlah menjadi bagian dari wacana sesaat. Sebaliknya, alangkah elok bila dihentikan demi mencegah kedaruratan," kata Haedar dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2021).

Dia meminta para elite agar sebaiknya lebih memperhatikan nasib rakyat kecil yang menanggung beban berat akibat pandemi maupun oleh kondisi kehidupan kebangsaan yang sarat beban.

"Rakyat kecil itu hanya untuk mempertahankan diri, bisa bekerja serabutan, dan mencari sesuap nasi saja betapa susah dan sangat tidak mudah. Mereka serba terbatas dalam segala hal, sehingga pandemi ini makin menambah beban hidup bagi saudara-saudara kita yang rakyat kebanyakan itu," ujarnya.

Dia menduga para elite yang berdebat soal isu tersebut tidak terganggu dengan pandemi Covid-19. Mereka, imbuhnya, hanya mencari nilai tambah dengan memproduksi isu kontroversial.

"Namun bagaimana dengan tanggung jawab etik dan sosial di tengah bangsa yang tengah menghadapi musibah besar? Di sinilah kearifan para elite sangat diharapkan," tuturnya.

BACA JUGA: Buntut Rewang Hajatan di Bantul, 70 Warga Positif Corona

Meski tidak melarang penyampaian pendapat, menurutnya masih terdapat aspek moral, etika dan tanggung jawab untuk menegakkan keadilan, hingga keutuhan Indonesia di luar koridor demokrasi.

Selain itu kontroversi isu atas nama demokrasi juga harus diperhitungkan dampaknya bagi masyarakat.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak tajam dua pekan terakhir. Sejak dua hari terakhir, kasus harian bertambah 20.000 lebih. Kenaikan ini diduga akibat makin meluasnya varian Delta Covid-19 di Indonesia.

Sumber : Bisnis.com