Jumlah Terbatas, RS Harus Pilih-Pilih Pasien yang Diberi Oksigen

Ilustrasi. - REUTERS/Ivan Alvarado
18 Juni 2021 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kondisi rumah sakit saat ini mulai krodit, dokter mulai dilema memberi oksigen ke pasien. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan.

Erlina menceritakan bahwa saat ini di beberapa rumah sakit mulai memilah-milih pasien mana yang harus mendapatkan oksigen sebab jumlah tabung tidak seimbang dengan antrean pasien yang akan masuk.

"Pasiennya sangat banyak antre di IGD kemudian pasien itu membutuhkan oksigen segera, ini akan menjadi masalah karena di IGD pun titik oksigen itu terbatas, jika oksigennya ada 9, pasiennya ada 20, itu akan jadi dilematis sekali bagi dokter untuk memutuskan yang mana yang akan diberi oksigen," kata Erlina dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6/2021).

Erlina menyatakan dokter juga tidak menginginkan pemandangan ini terjadi di IGD, namun pemilahan atau triase pasien Covid-19 sudah mulai dilakukan di beberapa rumah sakit.

"Ini sungguh situasi yang tidak menyenangkan bagi nakes atau dokter apalagi bagi keluarga yang melihat keluarganya sudah sangat sesak tapi tidak dapat diberikan oksigen, kondisi itu sudah terjadi pada beberapa rumah sakit," ucapnya.

Baca juga: Dokter Sebut Varian Delta Bisa Tularkan Sampai ke 8 Orang

Erlina juga menyebut peningkatan kasus dampak libur lebaran tahun ini ini sangat cepat naiknya dibanding tahun lalu.

"Tahun lalu memang naik tapi bertahap, kalau sekarang dari occupancy kita 20-30 persen di Mei, sekarang tiba-tiba 80 persen, ICU di atas itu, ini menunjukkan peningkatan pasien luar biasa," tegasnya.

Oleh sebab itu 5 organisasi profesi kedokteran meminta pemerintah untuk bertindak cepat mengatasi lonjakan Covid-19 sebab rumah sakit sudah menuju kolaps, kebijakan PPKM Mikro dinilai tidak efektif.

"Kami ini di hilir, kami ada batasnya, oleh sebab itu kami minta pempus lebih tegas dan berani pelaksanaan PPKM ini menyeluruh, jangan hanya sporadis," pungkas Erlina.

Kelima organisasi itu antara lain; Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN).

Sumber : suara.com