Advertisement
Klaster Lebaran Bermunculan, Sultan Sayangkan Masyarakat Lebih Pentingkan Ego
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Munculnya klaster-klaster penularan Covid-19 di DIY ditanggapi Sri Sultan HB X. Masyarakat dinilai lebih mementingkan ego daripada menaati aturan.
Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X meyayangkan ketidaktertiban warga dalam mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes) selama libur Lebaran, terutama di Sleman. Akibatnya, saat ini klaster-klaster penularan Covid-19 terus saja bermunculan seperti di Pedukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman dan di Pedukuhan Ngemplong, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak.
Advertisement
Padahal sesuai aturan yang dibuat Pemda, warga yang melakukan perjalanan lokal pun diharuskan menjalani tes rapid antigen ataupun GeNose-19. Warga yang mudik ke Yogyakarta juga dilarang untuk berkerumun. Namun tampaknya, aturan tersebut tidak dipatuhi.
"[Aturan] itu saya kira tidak dilakukan, [warga] masih berkerumun, enggak tahu nginep apa enggak ya kan. Jadi kecenderungannya kondisi masyarakat tidak peduli. Jadi, egonya tinggi mau syawalan kek mau bertemu dengan teman kek," ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (31/05/2021).
Menurut Sultan, masyarakat lebih mementingkan ego mereka masing-masing dalam bersilaturahmi tanpa mematuhi aturan. Mereka tidak menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain dengan tetap bersikeras menggelar syawalan ataupun halalbihalal meski kasus Covid-19 terus saja bertambah.
Bila masyarakat masih bersikeras mengabaikan prokes, maka dikhawatirkan klaster-klaster baru akan kembali muncul di masa liburan ini. Karenanya Sultan minta Pemkab Sleman fokus menangani kasus Covid-19 di kabupaten tersebut, termasuk melakukan tes swab PCR.
BACA JUGA: Ratusan Pegawai Pemkot Semarang Dipecat karena Nekat Mudik
"Apa yang mereka lakukan itu tidak hanya tidak memenuhi aturan. Tapi, saya khawatir mereka tidak pernah menyesali. Kita harus cepat menangani, kita lihat nanti kan diswab lima hari kalau begitu diswab 5 hari positif mana yang negatif kita tunggu 10 hari lagi," paparnya.
Sebelumnya Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggreni menyebutkan, kasus baru di Sleman terus bermunculan. Di Ngemplak misanya, ada tambahan 35 orang yang terpapar Covid-19 dari hasil test swab PCR massal di dua Rukun Tetangga (RT).
Klaster baru ini muncul usai 12 warga di Dusun Nglempong terkonfirmasi positif Covid-19. Angka ini bertambah 35 orang usai dilakukan tes swab, Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Degolan, Desa Umbulmartani. Satu warga yang bergejala dinyatakan positif Covid-19 dan angkanya semakin bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
Advertisement
Advertisement








