Advertisement
Penangkap Penipu Siber di Jepang Dijanjikan Imbalan 10.000 Yen
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kepolisian Minami dari Kepolisian Prefektur Aichi, yang melayani dan melindungi kota Nagoya, Jepang merilis program baru yang disebut 'Operation Pretend to Be Fooled'.
Dikutip melalui Ubergizmo, program ini mendorong masyarakat untuk menangkap 'ore ore scream' yang merupakan salah satu penipuan siber tertua di Jepang, di mana yang menemukan akan akan diberi hadiah uang tunai sebesar 10.000 yen atau Rp1,3 juta.
Advertisement
Istilah ore ore scam adalah saat korban yang menerima panggilan telepon dan penipu berpura-pura bahwa mereka adalah seseorang yang pernah ditemui korban sebelumnya.
Mereka kemudian akan berusaha meyakinkan korban bahwa mereka sedang dalam masalah dan membutuhkan bantuan mereka, seperti minta ditransfer uang secepatnya.
Sekadar informasi, penipuan ini telah dilakukan untuk waktu yang sangat lama dan dikenal dengan modus scam.
Trik konfidensi, scam atau penipuan adalah berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu, sehingga pengirimnya akan mendapat manfaat dan keuntungan tertentu.
Pemerintah Jepang berharap setidaknya dengan program imbalan tunai dalam bentuk sayembara ini, masyarakat memiliki insentif untuk mencoba dan membantu polisi membasmi para scammer ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Layani Penumpang Sepanjang Hari
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Laporan Dugaan Kejahatan Keuangan ke PPATK Naik 22,5 Persen di 2025
- Respons Polemik, Anggaran Masjid Manahan Diturunkan Jadi Rp1,2 Miliar
- PHK Teknologi AS 2025 Tak Murni Dipicu AI, Ini Faktanya
- KPK Tegaskan Direksi BUMN WNA Wajib Lapor LHKPN 2025
- APBD Sleman 2026 Gelontorkan Rp5,24 Miliar Rehabilitasi Sosial
- Skandal Suap Elite Hukum Tiongkok, Eks Menteri Dihukum Seumur Hidup
- Krisis Komponen, Apple Dahulukan iPhone 18 Pro dan Fold
Advertisement
Advertisement



