Penangkap Penipu Siber di Jepang Dijanjikan Imbalan 10.000 Yen

Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
28 Mei 2021 05:47 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kepolisian Minami dari Kepolisian Prefektur Aichi, yang melayani dan melindungi kota Nagoya, Jepang merilis program baru yang disebut 'Operation Pretend to Be Fooled'.

Dikutip melalui Ubergizmo, program ini mendorong masyarakat untuk menangkap 'ore ore scream' yang merupakan salah satu penipuan siber tertua di Jepang, di mana yang menemukan akan akan diberi hadiah uang tunai sebesar 10.000 yen atau Rp1,3 juta.

Istilah ore ore scam adalah saat korban yang menerima panggilan telepon dan penipu berpura-pura bahwa mereka adalah seseorang yang pernah ditemui korban sebelumnya.

Mereka kemudian akan berusaha meyakinkan korban bahwa mereka sedang dalam masalah dan membutuhkan bantuan mereka, seperti minta ditransfer uang secepatnya.

Sekadar informasi, penipuan ini telah dilakukan untuk waktu yang sangat lama dan dikenal dengan modus scam.

Trik konfidensi, scam atau penipuan adalah berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu, sehingga pengirimnya akan mendapat manfaat dan keuntungan tertentu.

Pemerintah Jepang berharap setidaknya dengan program imbalan tunai dalam bentuk sayembara ini, masyarakat memiliki insentif untuk mencoba dan membantu polisi membasmi para scammer ini.

Sumber : Bisnis.com