Menteri Tjahjo Buka Suara Soal 97.000 Data ASN Misterius

Menpan RB Tjahjo Kumolo mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Rapat kerja tersebut membahas penyesuaian RKA K/L Kemenpan RB tahun anggaran 2021 sesuai hasil pembahasan Bandan Anggaran DPR. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
25 Mei 2021 14:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Publik dibuat heboh dengan pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana yang menyatakan tentang penemuan hampir 100.000 data pegawai negeri sipil misterius pada 2014.

Temuan itu diketahui saat BKN melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik tujuh tahun lalu. Pemutakhiran itu dilakukan oleh para aparatur sipil negara itu sendiri.

“Hasilnya ternyata hampir 100.000 tepatnya 97.000 data misterius. Dibayar gajinya, membayar iuran pensiun tetapi tidak ada orangnya,” kata Haria dikutip dari laman Youtube BKN, Selasa (25/5/2021).

Dia mengatakan pemutakhiran data terbaru akan membuat data para ASN menjadi lebih akurat. Apalagi saat ini pemutakhiran maupun pendataan ASN dapat dilakukan tiap waktu.

Baca juga: Ganip Warsito Resmi Jadi Kepala BNPB, Ini Profilnya...

BKN meminta seluruh ASN dan Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Non-ASN untuk melakukan pemutakhiran data dan riwayat pribadi secara mandiri mulai Juli – Oktober 2021.

Setiap ASN dan PPT Non-ASN cukup melakukan pemutakhiran data dan riwayat pribadinya melalui akses daring ke dalam Aplikasi MySAPK berbasis gawai dan laman yang ditetapkan sebagai otentifikasi data ASN dan PPT Non-ASN.

“Anda bisa melihat data anda. Anda bisa memperbaikinya setiap waktu terjadi perubahan data. Jadi tidak perlu menunggu,” tuturnya.

Baca juga: 3 Kerangka Kebijakan Tranportasi Cerdas di Ibu Kota Baru

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo pun buka suara mengenai persoalan tersebut.

Dia menegaskan bahwa kejadian itu sudah lama terjadi. Tjahjo memastikan bahwa saat ini masalah tersebut sudah diselesaikan.

“Itu berita lama tahun 2015 yang muncul kembali ketika diadakan Pendataan Ulang PNS [PUPNS]. Sudah selesai semua pendataannya ditahun 2016,” jelasnya.

Sumber : Bisnis.com